SUMENEP | Sigap88 – Pergantian musim dari kemarau ke penghujan Dinas Kesehatan (Dinkes) P2KB Sumenep menggelorakan sosialisasi kepada masyarakat tentang kebersihan lingkungan melalui Posyandu.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep drg Ellya Fardasah melalui Kabid P2P Achmad Syamsuri menyampaikan, pergantian musim ini yang perlu di waspadai adalah kebersihan lingkungan.

“Perubahan musim yang perlu kita waspadai adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan diare,” kata Achmad Syamsuri. Jum’at (15/11).

Untuk mengantisipasi merebaknya penyakit DBD dan Diare, maka Dinas Kesehatan P2KB Sumenep memasivkan sosialisasi terkait dengan kasus DBD, diare dan penyakit lainnya

Baca Juga  Polres Pamekasan Amankan Belasan Sepeda Motor Knalpot Brong

“Sosialisasi kami Masivkan kepada masyarakat melalui posyandu agar tidak terjadi Kasus Luar Biasa (KLB),” ucap Syamsuri.

Selain itu, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan pihak desa dan lembaga serta bekerja sama dengan kader Jumantik di masing masing Puskesmas dan desa.

“Melalui kader Jumantik di setiap Puskesmas dan desa dapat menjaga dan terpantau jentik dan kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Untuk memberantas jentik nyamuk Aedes aegypti dilakukan pemasangan obat Abate guna membunuh larvasida yang ada di penampungan air.

“Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dapat dilakukan dengan penaburan bubuk Abate di tempat penampungan air, membuang dan mengubur barang barang bekas yang dapat menampung air hujan yang menjadi sarang nyamuk,” jelasnya.

Baca Juga  Dinsos P3A Sumenep Bentuk Satgas PPA Tingkat Desa di Kecamatan Arjasa

“Kami tetap siagakan petugas di layanan, terutama di rawat inap, sehingga apabila ada kasus dapat tertangani dengan cepat dan apabila harus di rujuk dengan sesegera mungkin ke RSUD dan lainnya,” ungkap Syamsuri.

Apabila ada kasus DBD, ucap Syamsuri, pihaknya akan melakukan penelitian atau cek lapangan apakah memang di wilayah yang ada kasus DBD tersebut ada jentiknya.

“Dari hasil survelen apabila memang ada indikasi bahwa wilayah tersebut merupakan wilayah kasus DBD maka langkah akhir dilakukan pengasapan (Fogging),” imbuhnya.

Baca Juga  Kadisdik Sumenep Tegaskan Telah Serahkan Data Siswa Penerima MBG ke Koordinator

“Pengasapan harus tepat sasaran, karena Fogging ada dampak negatifnya, maka dari itu kami mengajak kepada masyarakat untuk selalu jaga kebersihan rumah dan lingkungan dengan penerapan 3M plus,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE