Sumenep | Sigap88 – Setiap tahunya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) menggelontorkan dana untuk membantu revitalisasi lembaga, baik Masjid, Musholla, Pondok pesantren dan bantuan kepada organisasi kemasyarakatan

Kepala Dinas Sosial P3A Sumenep Mustangin melalui kepala bidang (Kabid) pemberdayaan sosial Agus Boedyanto menyampaikan, pemerintah mengelontorkan bantuan yang bernama belanja hibah kepada lembaga yang legal.

“Hibah tersebut oleh pemerintah akan diberikan kepada lembaga yang resmi, dalam artian yang tercatat di kemenkum Ham, atau di Kemenag,” kata Agus

Baca Juga  Meresahkan, Polres Pamekasan Amankan Pemuda Sampang Bawa Sajam dan 9 Unit Motor Hasil Balap Liar

Karena dalam rekeningnya nanti, ungkap Agus diperuntukkan kepada belanja hibah kepada organisasi atau lembaga yang terdaftar di lembaga yang resmi

“Kami akan menerima proposal permohonan harus lengkap sesuai dengan 8 item yang telah ditetapkan,” tuturnya

Menurutnya, untuk organisasi seperti rukun kematian, atau rukun tetangga sambung Kabid Agus, tetap kami akomodir, dengan catatan ada surat pernyataan dari kepala desa bahwa kegiatan tersebut benar adanya.

“Hal tersebut yang bertanggung jawab adalah kepala desa mengenai organisasi kemasyarakatan tersebut, aktif tidaknya,” ujar Agus pula.

Sementara untuk anggaran kata Kabid Agus, ada anggaran BOP dan anggaran belanja hibah langsung, “Anggaran BOP tersebut adalah penunjang, seperti kegiatan pertemuan dengan pihak penerima sedangkan untuk dana hibah sebesar Rp 7,8 miliar yang terbagi kepada 203 lembaga dan ditambah 1 ormas (PMI),” jelasnya..

Baca Juga  Akhir Bulan April 2026, Disbudporapar Sumenep Dulang PAD 30,52 Persen

Namun, kata Agus, yang bisa di cairkan sekarang hanya Rp 4,1 miliar ditambah Rp 180 juta, “Proses pencairannya proposal sudah lengkap, ada surat pertanggungjawaban dari kepala Dinas bahwa kepala Dinas bertanggung jawab atas administrasi terhadap hal tersebut,” tegasnya .

“Ada 104 lembaga yang akan menerima hibah dan mengenai pencairan dengan membuka rekening di BPRS Bhakti Sumekar, karena MoU dengan BPRS,” imbuhnya

Baca Juga  Paripurna DPRD Sumenep Bahas LKPJ Bupati

“Pertanggung jawaban terhadap dana hibah tersebut adalah ketua lembaga dan bendaharanya, penggunaannya di sesuaikan dengan proposal yang ada dengan pencairan melalui 2 tahap,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE