Sumenep | Sigap88 – Kecamatan Arjasa Kepulauan Kangean Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang membawahi 19 desa, ada 4 desa yang masuk katagori Miskin Ektrim.

Hal itu disampaikan oleh Camat Arjasa Husairi Husein, S.Sos, MM saat menghadiri Forum Konsultasi Publik (FKP) pendataan awal registrasi sosial ekonomi (Reksoses) bahwa dari hasil data registrasi pusat dari 19 desa yang ada di Kecamatan Arjasa ada 4 desa yang masuk katagori Miskin Ektrim.

“Sesuai dengan data pusat memang ada 4 desa di kecamatan Arjasa yang masuk katagori Miskin Ektrim,” kata Camat Arjasa Husairi Husein. Kamis (13/04).

Baca Juga  Cegah Kelangkaan Minyak Goreng, TPID Sumenep Jual Minyakita di Pasar Tradisional

Menurutnya, 4 desa tersebut adalah desa Paseraan, desa Gelaman, desa Pajenangger, desa Buddi.

“Di empat desa tersebut tingkat perkawinan dini memang tinggi, sehingga faktor Stunting tinggi juga,” ucap Husairi.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya bersama Puskesmas Arjasa dan KUA Arjasa melakukan sosialisasi kepada empat desa tersebut untuk mengurangi pernikahan dini.

“Kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat di empat desa tersebut bersama Puskesmas Arjasa dan KUA Arjasa memberikan edukasi agar tidak melakukan pernikahan dini agar tidak terjadi anak lahir stunting,” imbuhnya.

Baca Juga  Jelang Kemarau, BPBD Sumenep Siap Siaga Bantu Masyarakat Suplai Air Bersih

Sementara itu Kepala Puskesmas Arjasa Hidayaturrahman saat di hubungi melalui telpon menyampaikan bahwa, di 4 desa tersebut memang angka Stunting lebih tinggi dari desa yang lain.

“Kami telah melakukan langkah, dengan memberikan edukasi kepada masyarakat atau pengantin baru agar selalu menjaga asupan gizi yang di makan,” kata dr Dayat panggilan akrab kepala Puskesmas Arjasa.

Menurutnya, dengan mengkonsumsi gizi yang maksimal akan mempengaruhi perkembangan janin yang dikandungnya juga akan berdampak baik kepada berat bayi saat lahir.

“Kami juga memberikan tambahan gizi dan vitamin kepada ibu hamil (Bumil) dan balita saat pelaksanaan Posyandu,” terangnya.

Baca Juga  Kadisdik Sumenep Tegaskan Telah Serahkan Data Siswa Penerima MBG ke Koordinator

Bahkan, pihak desa telah menganggarkan melalui Dana Desa (DD) yang dialokasikan kepada pencegahan Stunting. “Desa melalui DD telah menganggarkan untuk bantuan gizi dan vitamin untuk pencegahan Stunting,” pungkasnya. (Ain)

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE