Pamekasan | Sigap88 – Guna memberikan kekuatan mental spritual terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika kelas IIA Pamekasan mengikuti ceramah keagamaan yang disampaikan oleh Imam Masjid Jamik Al-Muttaqien Ancol Jakarta Utara Kh. Abdurrahman Al Banjari.
KH. Abdurrahman beserta rombongan memberikan pembekalan Iman dan Amal Sholeh kepada WBP agar memiliki kekuatan spiritual, bertempat di Masjid Baiturrahman Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Kamis (26/05).
Dalam tausiahnya KH Abdurrahman mengajak kepada semua WBP Lapas Narkotika kelas IIA Pamekasan untuk merubah diri menjadi sosok yang lebih baik.
“Kita mengawali dari niat untuk berubah menjadi sosok yang baik, dan niat tersebut semata mata karena Allah SWT,” kata KH Abdurrahman.
Dia mengingatkan, sekuat dan sekeras apapun usaha yang dilakukan tanpa pertolongan Allah SWT, maka mustahil akan berhasil. Ampunan Allah itu sangat luas selama mau bertaubat dan memperbaiki diri.
Ia berharap, melalui pembekalan spiritual, Warga Binaan meningkatkan iman dan takwanya sehingga perbuatan yang pernah dilakukan mengantarkannya menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
“Siraman rohani bagi warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Kanwil Kemenkumham Jatim merupakan sebuah cara agar mereka mendapatkan semangat baru untuk menjadi lebih baik dalam kualitas kehidupan keagamaannya,” terangnya.
Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Kanwil Kemenkumham Jatim, Yan Rusmanto yang ikut hadir beserta Pejabat Struktural menyampaikan, warga binaan terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan. Mereka tampak begitu memperhatikan apa yang disampaikan, oleh penceramah memberi suntikan semangat kepada para WBP.
“Terima kasih atas kunjungan K.H Abdurahman Al Banjari, terutama dalam memberikan pembinaan rohani berupa tausiah dan doa bersama,” ucapnya.
Ia berharap, semoga kegiatan ini membentuk mental spiritual bagi warga binaan agar lebih baik lagi dan dapat meningkatkan kesadaran mereka untuk melaksanakan ajaran Agama, dan meningkatkan pengetahuan Agama.
“Semoga apa yang diterima oleh WBP, tausiah dari penceramah dapat diimplementasikan ketika mereka telah selesai menjalani masa pidana,” harapnya














