Peragakan Penanganan Kasus BBM, Lujeng Gelar Teatrikal di Kejari Kota Pasuruan

55
Peragakan Penanganan Kasus BBM, Lujeng Gelar Teatrikal di Kejari Kota Pasuruan

Pasuruan | Sigap88 – Teatrikal adalah karakter tokoh yang tidak wajar, unik, dan lebih bersifat simbolis. Karakter-karakter teatrikal juga sering dijumpai pada lakon-lakon realis dan lakon-lakon klasik dan non realis untuk menggambarkan sebuah perilaku.

Gabungan Non Governmental Organization (NGO) di Pasuruan, kembali beraksi dengan melakukan Teatrikal di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan, pada Selasa (19/12) kemarin.

Advertisement

Teatrikal yang diperagakan Lujeng Sudarto, selaku koordinator dalam aksi itu sebagai bentuk pesan moral terhadap penegakkan hukum atas putusan kasus BBM di kota Pasuruan, beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Amankan Pemilu 2024, Pemkab Pasuruan Serahkan 24 unit Motor Trail ke Polres Pasuruan

Lujeng menilai putusan yang diambil oleh Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan, dalam perkara kasus BBM itu terlalu ringan sehingga jauh dari rasa keadilan.

“Ini ya, peringatan bagi aparat penegak hukum. kami minta jangan transaksional. Ketika hukum itu ditransaksionalkan maka disitu akan muncul ketikadilan,” kata Lujeng, Rabu(20/12)

Teatrikal yang diperagakan oleh Kang Lujeng, dengan sejumlah kostum dan topeng seolah menggambarkan belum tercapainya rasa keadilan atas penegakan hukum di Kejari Kota Pasuruan, khususnya putusan atau vonis dalam kasus BBM penggunaan solar bersubsidi.

Baca Juga  Haul Agung Sunan Ampel Surabaya ke 547 akan digelar selama 3 hari, Ini Jadwalnya

Sejumlah NGO memerankan sebagai hakim, jaksa, polisi, serta pengacara. Dimana, peran mereka menggambarkan situasi peradilan yang tidak pro terhadap keadilan.

Sindiran keras yang disampaikan dalam teatrikal Direktur Lsm Pus@ka (Pusat Studi Advokasi dan Kebijakan) Lujeng Sudarto, ini diduga ada upaya penyuapan dalam perkara kasus tersebut.

“Bicara hukum itu bicara tentang keadilan, kepastian, dan manfaat hukum. Kami melihat, penyiidikan, penuntutan, hingga vonis kasus ini sedikit lucu,” katanya.

Menurutnya, vonis yang dijatuhkan hakim belum memenuhi rasa keadilan untuk masyarakat. Pasalnya, ada kejanggalan dalam penanganan perkara tersebut.

Baca Juga  Pasca Pemilu 2024, Tokoh Agama di Pamekasan Ajak Warga Jaga Persatuan dan Kesatuan

“Saya menilai kasus ini tidak bisa berdiri sendiri. Sejak awal, seharusnya penyidik juga menyeret penyuplai, dan pembeli solar subsidi ilegal ini,” ujarnya.

Lujeng memperingatkan agar kasus ini jangan sampai terjadi lagi di Pasuruan, dan masa yang akan datang, terlebih dalam kasus apapun.

“Saya harap tidak ada lagi penanganan kasus yang seperti khususnya di Pasuruan, terlebih dalam kasus apapun,” pungkasnya. (Tim)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE