Ketua Kadin Surabaya Ajak Masyarakat Manfaatkan AI untuk UMKM

31

Surabaya | SIGAP88 – Perkembangan teknologi dan informasi banyak mengubah cara berbisnis Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) agar produk dan layanannya tetap relevan.

Terlebih di era pasca pandemi Covid-19 yang secara luar biasa mendisrupsi UMKM dan perubahan pola perilaku konsumen yang ternyata berlanjut hingga saat ini.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Kadin Surabaya H. M. Ali Affandi La Nyalla M. Mattalitti. Ia mengatakan UMKM wajib mengadaptasi teknologi dan digitalisasi.

Advertisement

Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis UMKM.

Mas Andi, panggilan akrab H. M. Ali Affandi La Nyalla M. Mattalitti mengatakan, bagi pelaku UMKM, tentunya sering mengalami kesulitan dalam merangkai kata yang menarik bagi konsumen saat mereka ingin mendiskripsikan produk ataupun akan melakukan promosi.

“Nah, AI ini bisa menjadi solusi. Misal dengan menggunakan ChatGPT, UMKM akan terbantu. Hanya dengan memasukkan beberapa kata kunci, ChatGPT akan membantu merangkaikan kata promosi yang dibutuhkan,” kata Andi, dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi sigap88.com , Jumat(18/8)

Baca Juga  Pj Gubernur Jatim Paparkan Rencana Moda Transportasi Massal Gerbangkertosusila

Pada kesempatan itu, Andi mengajak salah satu UMKM, Nursoap untuk mempraktikkan penggunaan ChatGPT untuk membuat kalimat promosi produk.

Ibu Yus, owner Nursoap dipandu langsung oleh Andi memasukkan kata kunci tentang produk cuci piring Nursoap, keunggulan serta promosi yang diberikan. Tidak sampai satu menit, rangkaian kata yang cukup menarik pun telah muncul dan tersaji.

Sontak Bu Yus merasa senang dan terheran, ternyata cukup mudah untuk menggunakan teknologi ini dan pastinya sangat membantu dalam mempromosikan produk yang dijual.

“Teknologi ini memang berbayar, tetapi jika UMKM ingin menggunakannya, Kadin Surabaya akan siap membantu dan gratis,” ujar Andi.

Sebenarnya, lanjutnya, digitalisasi UMKM telah ditekankan oleh Kadin Surabaya sejak lama. Karena langkah ini adalah langkah praktis dan ekonomis untuk bisa menembus pasar lebih luas.

Baca Juga  Ditreskrimum Polda Jatim Gelar Perkara Sengketa Tanah di Pamekasan

Tidak banyak modal yang dibutuhkan dalam melakukannya, hanya teman atau jaringan yang luas dan open minded atau membuka diri untuk mau belajar dari YouTube.

Keinginan untuk mau maju dan teman yang banyak menjadi modal utama untuk sukses melaksanakan digitalisasi UMKM.

“Ekonomis karena sebenarnya digitalisasi bisa dengan menggunakan media sosial yang tidak berbayar, misal dengan menggunakan Instagram, Facebook atau tiktok. Ketiga media sosial ini cukup efektif sebagai media promosi,” paparnya panjang lebar.

Dengan melakukan promosi di media online, maka UMKM akan tahu berapa banyak yang melihat iklannya dan berapa banyak orang yang ingin membeli tetapi tidak jadi. Sehingga hal ini akan menjadi bahan dalam melakukan evaluasi kedepan.

“Ini juga menjadi salah satu keunggulan media digital. Kalau dulu kita iklan di koran, kita tidak tahu berapa banyak konsumen yang telah membaca dan berapa banyak yang ingin membeli. Tetapi melalui media digital, semua bisa terekam,” terangnya

Baca Juga  Pegadaian Area Pamekasan Hadirkan Sembako dan Takjil di Festival Ramadhan 2024

Senada diungkapkan oleh Founder @info_surabaya Andy Gindowijoyo bahwa keberadaan teknologi digital memang sangat dibutuhkan. “Karena karakter konsumen pun saat ini sudah berubah. Sehingga pelaku usaha, khususnya UMKM juga harus mengikuti,” ujar Andy.

Penggunaan teknologi digital menjadi pintu masuk UMKM untuk sukses dan naik kelas. “UMKM bisa dikatakan berhasil melakukan digitalisasi usahanya ketika mereka mampu menggunakan teknologi ini untuk meningkatkan penjualan dan mampu melatih karyawan atau lingkungannya untuk memahami digitalisasi atau AI untuk kemajuan usaha dan naik kelas,” pungkasnya.

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE