Ringkasan Berita

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersilaturahmi ke Ponpes Tebuireng, Jombang, sekaligus berziarah ke makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur

JOMBANG | SIGAP88 — Di tengah peran pesantren dalam menjaga tradisi keilmuan, toleransi, dan persatuan bangsa, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyambangi Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026). Kunjungan tersebut dirangkai dengan ziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Rombongan Kapolri tiba di kompleks Ponpes Tebuireng sekitar pukul 12.15 WIB. Kedatangan mereka disambut langsung oleh pengasuh pesantren, KH Abdul Hakim Mahfudz.

Sebelum menuju kompleks pemakaman, Kapolri terlebih dahulu menunaikan salat Zuhur di masjid pondok. Setelah itu, ia bersama rombongan berziarah ke makam Gus Dur dengan memanjatkan doa dan menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh bangsa tersebut.

Gus Dur bukan sekadar mantan kepala negara. Sosoknya dikenal luas melalui gagasan tentang kemanusiaan, demokrasi, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kehidupan berbangsa di Indonesia.

Kunjungan ke Tebuireng sekaligus menempatkan hubungan Polri dengan kalangan ulama dan pesantren sebagai salah satu ruang penting untuk membangun komunikasi sosial. Di tengah masyarakat yang majemuk, dialog dan hubungan yang terpelihara antarelemen bangsa dibutuhkan untuk menjaga kerukunan serta mencegah berkembangnya konflik sosial.

Sinergi ulama dan umara atau pemimpin pemerintahan selama ini juga menjadi bagian dari upaya merawat kehidupan masyarakat yang damai. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dengan penguatan nilai kebersamaan, penghormatan terhadap perbedaan, dan tanggung jawab sosial.

Melalui silaturahmi tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kolaborasi dengan ulama, tokoh agama, dan lingkungan pesantren dalam menjaga persatuan serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

Namun, menjaga persatuan bukan semata-mata soal membangun hubungan antarlembaga. Kepercayaan masyarakat juga menjadi unsur penting yang perlu dirawat melalui komunikasi terbuka, pelayanan yang adil, dan kehadiran aparat yang mampu memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Di Tebuireng, ziarah kepada Gus Dur menjadi pengingat akan warisan pemikiran seorang tokoh bangsa yang menempatkan kemanusiaan dan keberagaman sebagai bagian penting dari kehidupan bernegara. Nilai-nilai itu tetap relevan dalam upaya merawat persatuan Indonesia di tengah berbagai tantangan sosial.

☕
Traktir Kopi SIGAP88
Dukung SIGAP88 untuk terus menghadirkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Dukung SIGAP88
📰 Baca Versi E-Paper
Baca berita ini dalam tampilan koran digital SIGAP88.
BUKA VERSI KORAN

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses