SUMENEP | SIGAP88 β Di tengah perubahan zaman dan selera hiburan masyarakat, musik tongtong tetap memiliki tempat dalam kehidupan budaya Madura. Dentuman alat musik tradisional ini bukan sekadar bunyi pengiring perayaan, melainkan bagian dari identitas yang terus dipertahankan melalui kreativitas para pelakunya.
Semangat itulah yang mengemuka dalam Festival Musik Tongtong di depan Masjid Jamik Sumenep, Sabtu (17/10/2026). Digelar dalam rangka Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep, festival tersebut menghadirkan 10 kelompok musik tongtong dengan karakter dan kreasi musikal masing-masing.
Festival ini juga masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang mendorong pengembangan kegiatan unggulan daerah berbasis potensi budaya dan pariwisata.
Bagi Sumenep, keikutsertaan dalam agenda nasional itu menjadi peluang untuk memperkenalkan kekayaan seni tradisional Madura kepada khalayak yang lebih luas. Namun, keberlanjutan festival tidak cukup hanya diukur dari kemeriahan acara atau pengakuan di tingkat nasional. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan musik tongtong tetap hidup, berkembang, dan diminati generasi berikutnya.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengapresiasi panitia, para pelaku seni, serta seluruh kelompok musik tongtong yang terus menjaga keberlangsungan kesenian tersebut.
Menurut Fauzi, masuknya Festival Musik Tongtong dalam Karisma Event Nusantara merupakan kesempatan penting untuk memperluas pengenalan budaya Sumenep sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah.
βAtas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, panitia, para pelaku seni, serta rekan-rekan tongtong yang telah mendukung kegiatan ini,β ujar Fauzi dalam sambutannya.
Ia berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi ruang ekspresi yang memberi kesempatan kepada seniman lokal untuk berkreasi dan meneruskan tradisi kepada generasi muda.
Fauzi juga berharap Sumenep kembali memperoleh kepercayaan untuk masuk dalam Karisma Event Nusantara pada 2027. Ia mengajak masyarakat menyaksikan penampilan para peserta sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni tradisional.
Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti, turut menghadiri festival tersebut bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Menjaga Tradisi, Membuka Peluang Ekonomi
Musik tongtong memiliki potensi yang melampaui fungsi hiburan. Di dalamnya terdapat kreativitas, kerja kolektif, dan pengetahuan seni yang diwariskan antargenerasi. Ketika dikemas melalui festival yang berkelanjutan, kesenian ini juga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan karakter budaya Madura kepada wisatawan.
Dampaknya berpeluang menjangkau sektor ekonomi kreatif, mulai dari aktivitas kelompok seni hingga usaha masyarakat yang tumbuh di sekitar penyelenggaraan acara. Meski demikian, manfaat ekonomi tersebut membutuhkan dukungan pengelolaan yang baik, promosi yang konsisten, dan keterlibatan pelaku usaha lokal.
Tantangan berikutnya adalah menjaga agar pengembangan festival tidak sekadar mengejar kemeriahan sesaat. Pembinaan kelompok musik, regenerasi pemain, ruang pertunjukan yang berkelanjutan, serta dokumentasi seni tradisional menjadi bagian penting agar musik tongtong tidak kehilangan akar budayanya ketika diperkenalkan ke panggung yang lebih luas.
Peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau seniman. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kesenian daerah tetap hidup melalui apresiasi dan keterlibatan nyata.
Pada akhirnya, keberhasilan Festival Musik Tongtong tidak semata-mata ditentukan oleh ramainya penonton atau kembali tidaknya Sumenep dalam agenda nasional. Ukuran yang lebih mendasar ialah sejauh mana tradisi tersebut terus diwariskan, memberi ruang bagi seniman untuk berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Madura lintas generasi.














