SUMENEP | SIGAP88 — Grup banjari di Kabupaten Sumenep mendapat kesempatan unjuk kemampuan dalam Festival Banjari Al-Habsyi se-Kabupaten Sumenep yang digelar DRT Gemar Bersholawat pada 22–25 Oktober 2026. Ajang ini memperebutkan Piala DRT The Big Family sekaligus menjadi bagian dari semarak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Kompetisi tersebut akan berlangsung di Pondok Pesantren Al-Islamiyah, Desa Pakondang, Sumenep. Panitia menyiapkan hadiah uang tunai jutaan rupiah, trofi, dan piagam penghargaan bagi para pemenang.

Juara pertama berhak membawa pulang Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp1,5 juta. Panitia juga menyediakan penghargaan khusus kategori Best Jingle dengan hadiah Rp1 juta beserta piagam.

Ketua panitia, Imam Mustain R., mengatakan festival ini tidak sekadar menjadi ajang memperebutkan gelar juara. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, menjaga tradisi seni Islami, dan mempererat persaudaraan melalui lantunan selawat.

Menurutnya, peringatan Hari Santri Nasional perlu diisi dengan kegiatan positif yang menumbuhkan kedisiplinan, sportivitas, dan semangat kebersamaan.

“Yang terpenting bukan hanya kemenangan, tetapi bagaimana kita menjaga adab, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui selawat,” ujarnya.

Kuota Hanya 20 Grup

Festival Banjari Al Habsyi SumenepFestival ini terbuka bagi peserta kategori umum dari wilayah Kabupaten Sumenep. Namun, kesempatan mengikuti kompetisi dibatasi untuk 20 grup, dengan jumlah maksimal 10 orang dalam setiap kelompok.

Pendaftaran dibuka pada 9–19 Oktober 2026 dengan biaya Rp100 ribu per grup. Berdasarkan informasi panitia, setiap grup yang mendaftar juga memperoleh satu slop rokok DRT Exclusive sesuai ketentuan yang berlaku.

Calon peserta dapat menghubungi panitia melalui WhatsApp 0878-1571-5673 untuk mendapatkan informasi pendaftaran, persyaratan, dan ketentuan teknis perlombaan.

Panitia menjadwalkan technical meeting pada 20 Oktober 2026 di Ayoka Cafe. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk memahami aturan, mekanisme penilaian, dan teknis pelaksanaan lomba.

Dalam kompetisi ini, setiap grup diwajibkan membawakan satu lagu selawat serta menampilkan jingle bertema “Dhuana Reng Toa (DRT)”. Durasi penampilan maksimal 15 menit, termasuk pemeriksaan suara atau sound check. Peserta juga diwajibkan membawa peralatan sendiri sesuai ketentuan panitia.

Seluruh peserta harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan, sementara keputusan dewan juri dinyatakan tidak dapat diganggu gugat.

Malam Puncak Hadirkan Majelis Selawat dari Sampang

Rangkaian kegiatan akan berlanjut pada malam puncak yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober 2026 di Lapangan Banasare, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep.

Panitia berencana menghadirkan Majelis Sholawat At-Taufiq dari Kabupaten Sampang untuk memeriahkan acara tersebut.

Melalui festival ini, DRT Gemar Bersholawat berharap seni banjari tetap berkembang di tengah masyarakat, sekaligus menjadi sarana memperkuat syiar Islam dan kecintaan generasi muda terhadap selawat.

Dengan kuota peserta yang terbatas dan batas akhir pendaftaran pada 19 Oktober 2026, grup banjari yang berminat diharapkan segera menghubungi panitia untuk memastikan ketersediaan tempat.

☕
Traktir Kopi SIGAP88
Dukung SIGAP88 untuk terus menghadirkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Dukung SIGAP88
📰 Baca Versi E-Paper
Baca berita ini dalam tampilan koran digital SIGAP88.
BUKA VERSI KORAN

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses