
SUMENEP | SIGAP88 – Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Banyak infeksi yang terlambat terdeteksi berujung pada kondisi fatal. Untuk itu, alat deteksi cepat infeksi dengue sangat diperlukan.
Baru-baru ini, sebanyak 31 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur telah di bekali alat yang NS1 (Non Struktural Protein 1) atau di sebut Protein Non-Struktural 1.
Alat tes NS1 itu digunakan untukĀ mendeteks infeksi virus Demam Berdarah Dengue (DBD) secara dini.
Kepala Dinas Kesehatan Penanggulangan Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep Drg Ellya Fardasah, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Achmad Syamsuri menyampaikan, alat NS1 untuk mendeteksi dini virus dengue telah tersedia di setiap Puskesmas yang ada di Kabupaten Sumenep.
“NS1 merupakan alat pendeteksi dini virus dengue mulai awal pertama demam,” kata Syamsuri. Jum’at (23/01/2026).
Menurutnya, NS1 mendeteksi dengan cepat sehingga dapat mendiagnosa lebih awal sebelum terjadi komplikasi.
“Alat ini dapat membatu dokter memberikan diagnosis demam berdarah yang tepat waktu, terutama pada fase akut penyakit,” jelasnya.
“Masyarakat yang pihak keluarganya merasa mual, panas dingin, segera konsultasi ke Puskesmas terdekat agar, cepat ditangani oleh petugas melalui NS1,” imbau Syamsuri.
Syamsuri menambahkan, penangan NS1 24 jam disetiap puskesmas, karena NS1 diletakkan di UGD, setiap puskesmas masing masing.
Selanjutnya, setelah dilakukan pemeriksaan melalui NS1 dilakukan pemeriksaan darah lengkap yang dilakukan setiap hari, guna mengetahui fluktuasi kondisi pasien.
“Tindakan yang dilakukan di puskesmas sesuai dengan alur pelayanan klinis untuk menentukan obat dan infus yang akan diberikan kepada pasien,” ujarnya
“Setiap Puskesmas di Kabupaten Sumenep siap menanggulangi dan mengantisipasi lonjakan kasus demam berdarah,” tegasnya













