Bank Indonesia: Kinerja Ekonomi Jawa Timur Triwulan III 2023 Tumbuh 4,86%

94
bank indonesia jatim bincang media
Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim Doddy Zulverdi bersama manajemen BI dalam Bincang Bareng Media 2024

SURABAYA | SIGAP88 – Kinerja ekonomi Jawa Timur pada triwulan III 2023 tumbuh 4,86% (yoy) lebih rendah dibandingkan triwulan II 2023 (5,25%, yoy), dipengaruhi oleh perlambatan kinerja Investasi dan Konsumsi Pemerintah. Perlambatan kinerja ekonomi lebih tinggi tertahan oleh peningkatan kinerja Konsumsi RT dan kinerja Ekspor.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim, Doddy Zulverdi, Selasa (30/1/2024) mengatakan, inflasi bulanan gabungan kota IHK di Jawa Timur pada Desember 2023 tercatat sebesar 0,29% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (0,31%, mtm). Capaian inflasi ini tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa 0,41% (mtm) dan inflasi Nasional 0,41% (mtm).

Advertisement

“Dengan capaian inflasi bulanan tersebut, secara tahunan inflasi gabungan kota IHK di Jawa Timur tercatat sebesar 2,92% (yoy). Secara spasial, inflasi bulanan tertinggi tercatat di Kab. Sumenep (0,71%; mtm) dan terendah di Kota Kediri (0,17%; mtm)” ucap Doddy.

Baca Juga  Dinas Koperasi UKM dan Naker Pamekasan Siap Dorong Peningkatan Koperasi Modern

Masih Kata Doddy, lebih tingginya inflasi di Kabupaten Sumenep dibandingkan wilayah lain dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan di tengah pasokan yang terbatas, khususnya untuk komoditas aneka cabai, tomat, dan ketimun karena penurunan hasil panen dampak dari kemarau panjang pada Oktober/November, serta mulai berlangsungnya masa tanam di sejumlah sentra produksi.

“Di samping itu, belanja masyarakat naik karena kenaikan pendapatan masyarakat seiring dengan tingginya harga garam dan tembakau yang menjadi komoditas unggulan Sumenep. Sementara rendahnya inflasi Kota Kediri disebabkan deflasi pada daging ayam ras, sayuran dan buah seiring berlangsungnya masa panen, sehingga pasokan melimpah” kata dia.

Tekanan inflasi Jawa Timur yang terus melandai tidak terlepas dari upaya pengendalian inflasi Jawa Timur melalui implementasi GNPIP yang masif, bersinergi dengan TPIP dan TPID.

Baca Juga  Korban Angin Puting Beliung, Warga Dusun Centong Tarik Sidoarjo Berharap Bantuan Pemerintah

Doddy menambahkan transaksi pembayaran ritel melalui kartu debit dan kartu kredit mencatatkan pertumbuhan positif. Nominal transaksi kartu kredit tercatat sebesar Rp3,41Triliun atau tumbuh 35,4 persen (yoy).

Transaksi Kartu Debit mencapai Rp85,59 Triliun (tumbuh 2 persen yoy). Sementara itu, transaksi ritel dengan Uang Elektronik masih menunjukkan perkembangan yang baik, dengan nominal transaksi pada Des 2023 mencapai Rp20,49Triliun.

“Pertumbuhan positif pada sistem pembayaran ritel, khususnya melalui Kartu Kredit dan Kartu Debit tumbuh sejalan peningkatan aktivitas ekonomi di akhir tahun serta kemudahan transaksi QRIS dengan source of fund Kartu Kredit dan Kartu Debit melalu Mobile Banking Perbankan,” jelasnya.

Sementara itu, jumlah merchant QRIS di Jawa Timur pada Desember 2023 tercatat 3,45 juta atau meningkat 31,37 persen (yoy) dibandingkan Desember 2022. Merchant QRIS tersebut didominasi oleh merchant Usaha Mikro (UMI) dengan proporsi 64,39 persen dari total merchant.

Baca Juga  Kemenkumham Jatim Komitmen Berantas Narkoba di Lapas dan Rutan

“Total pengguna QRIS di Jawa Timur sampai dengan Desember 2023 sebanyak 6,29 juta atau tumbuh 54,59 persen (yoy) dibandingkan Desember 2022. Perluasan penguna baru QRIS terus diupayakan melalui berbagai program kolaborasi BI dan Penyedia Jasa Pembayaran, yang meyasar berbagai komunitas masyarakat. Tercatat pengguna baru QRIS di sepanjang tahun 2023 sebanyak 2,22 juta pengguna baru, atau mencapai 105,3 persen dari target pengguna baru di Jawa Timur (2,1jt pengguna baru),” papar Doddy.

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE