Anggaran Penanggulangan Bencana di Pamekasan Melekat di BTT Keuangan

PAMEKASAN | SIGAP88 – Kepala Dinas Sosial Pamekasan Herman Hidayat Santoso menyampaikan bahwa dana untuk kebencanaan melekat pada Belanja Tidak Terduga (BTT) keuangan.

“Tahun 2024 ini tidak ada anggaran dari Dinsos Pamekasan untuk kebencanaan,” kata Kadis Sosial Herman. (09/01).

Menurutnya, anggaran tersebut melekat di BTT keuangan. Namun apabila ada terjadi bencana maka pemerintah desa atau camat bisa melaporkan ke Dinsos.

“Kami hanya menerima laporan dari Camat dan pemerintah desa yang dilanjutkan kepada Badan keuangan melalui SK Bupati,” ujarnya.

“Dengan begitu anggaran tersebut tidak melekat di Dinas Sosial,” tegasnya.

Baca Juga  Sinergi Pusat-Daerah: Mensos dan Bupati Jombang Hadirkan Bansos Tepat Sasaran via DTSEN

Sekedar informasi, dilansir dari media Republika.co.id, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menyampaikan peringatan dini cuaca buruk yang berpotensi terjadi di wilayah itu dalam tiga hari kedepan

“Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang di sertai petir dan angin kencang sesaat berpotensi terjadi di Pamekasan dalam tiga hari ke depan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pamekasan Akhmad Dhofir Rasidi.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, baik bencana banjir maupun tanah longsor agar meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga  Survei IKM Mendekati Sempurna, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Perkuat Fungsi Legislasi

“Mohon untuk segera diinformasikan kepada petugas apabila terjadi bencana, sehingga kami bisa bergerak cepat,” katanya.

Ia menjelaskan, peringatan dini tentang cuaca buruk yang berpotensi terjadi di Pamekasan itu berdasarkan rilis yang diterima oleh BPBD Kabupaten Pamekasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut Dhofir, selain di Pamekasan, cuaca buruk juga berpotensi terjadi di sejumlah kabupaten di Jawa Timur, termasuk tiga kabupaten lain di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, dan Sumenep.

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-05 Larangan Dampingi Warga Panen Padi

“Oleh karena itu, penting kami rilis ke media agar penyebaran informasi tentang potensi cuaca buruk itu bisa segera tersebar luas, sehingga masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana bisa melakukan upaya antisipasi dan meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE