
SUMENEP | SIGAP88 — Hari Santri 2026 di Kabupaten Sumenep tidak dibuka sekadar dengan seremoni. Di tengah pesan tentang perjuangan ulama dan santri, PCNU Sumenep mengawali rangkaian peringatan dengan aksi sosial berupa penyaluran bantuan bagi anak yatim.
Kick Off Hari Santri 2026 digelar di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian agenda Hari Santri yang akan berlangsung sepanjang Oktober.
Tema “Santri Berdaya, Pesantren Maju, Indonesia Jaya” menjadi pijakan rangkaian kegiatan yang digagas PCNU Sumenep tahun ini.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran PCNU, PWNU Jawa Timur, lembaga dan badan otonom NU, serta pengurus MWCNU dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.
Namun, salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam kegiatan itu adalah penyaluran bantuan kepada sejumlah anak yatim melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep.
Aksi tersebut memberi warna berbeda pada pembukaan Hari Santri. Peringatan yang identik dengan sejarah perjuangan kaum santri itu tidak hanya diterjemahkan dalam panggung seremoni, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat.
Bupati Fauzi mengatakan Hari Santri menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan para ulama, kiai, santri, dan para syuhada dalam perjalanan bangsa menuju kemerdekaan.
“Hari Santri ini sangat penting untuk memperingati dan menghargai para syuhada dan kiai-kiai kita dalam memperjuangkan kemerdekaan,” ujar Fauzi.
Menurutnya, rangkaian kegiatan yang digelar selama Oktober dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah, ulama, pesantren, santri, dan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi agenda yang disiapkan PCNU Sumenep agar semangat Hari Santri tidak berhenti pada peringatan tahunan.
“Kami tentu sangat mengapresiasi acara yang dicanangkan. Rangkaian kegiatan selama satu bulan penuh ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan menghargai perjuangan para pendahulu kita,” ungkapnya.
Fauzi berharap nilai perjuangan yang melekat dalam sejarah santri terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Menurut dia, semangat tersebut harus hadir dalam kehidupan sosial sekaligus memberi kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri berjalan lancar dan memberikan manfaat. Semangat perjuangan para kiai dan santri harus terus kita jaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Fauzi.
Kick Off secara simbolis ditandai dengan peluncuran visual melalui layar digital. Prosesi tersebut dilakukan Pj Ketua PWNU Jawa Timur KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Rais PCNU Sumenep KH A. Washil Hasyim, Ketua PCNU Sumenep KH Md. Widadi Rahim, serta Ketua Panitia Abdul Hadi.
Kegiatan turut dihadiri jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Sumenep, lembaga dan badan otonom NU, serta pengurus MWCNU se-Kabupaten Sumenep.
Setelah kick off, rangkaian Hari Santri 2026 di Sumenep akan berlanjut sepanjang Oktober dengan sejumlah agenda yang telah disiapkan PCNU Sumenep.
Bagi Sumenep, rangkaian tersebut bukan sekadar penanda kalender tahunan. Pesan yang dibawa sejak kick off adalah bagaimana sejarah perjuangan santri tetap memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat hari ini—dan bagaimana semangat itu diterjemahkan menjadi kepedulian serta kontribusi nyata.















