SUMENEP | SIGAP88 — Pancasila tidak cukup dikenang melalui upacara dan seremoni. Di tengah perubahan zaman, derasnya arus informasi, serta perkembangan teknologi yang semakin cepat, nilai-nilai persatuan justru diuji dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan itu mengemuka dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Kamis (1/10/2026).
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, momentum tersebut harus menjadi pengingat bersama bahwa persatuan bukan sekadar slogan kebangsaan, melainkan kekuatan yang perlu dirawat dalam kehidupan masyarakat maupun pemerintahan.
“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Persatuan harus kita rawat bersama sebagai kekuatan membangun daerah dan bangsa,” kata Fauzi.
Menurutnya, pengamalan Pancasila justru terlihat dari sikap dan tindakan sehari-hari. Gotong royong, toleransi, kepedulian sosial, serta kemampuan menghargai perbedaan menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan masyarakat tetap harmonis.
Bagi Sumenep yang memiliki masyarakat dengan latar belakang dan keberagaman sosial yang beragam, nilai tersebut dinilai penting untuk terus dipelihara.
Fauzi juga menyoroti perubahan pola kehidupan masyarakat yang semakin dipengaruhi teknologi dan arus informasi. Kemajuan teknologi, kata dia, seharusnya tidak hanya menjadi sarana konsumsi informasi, tetapi dimanfaatkan untuk meningkatkan wawasan, kreativitas, dan produktivitas.
“Masyarakat, khususnya generasi muda, harus menggunakan kemajuan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab untuk meningkatkan wawasan, kreativitas, dan produktivitas,” ujarnya.
Di titik inilah generasi muda dinilai memiliki peran penting. Mereka tidak hanya menjadi kelompok yang menerima perubahan, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam menjaga nilai kebangsaan di tengah perkembangan zaman.
“Generasi muda tidak hanya menjadi penerima perubahan, tetapi mampu tampil sebagai pelopor dalam memperkuat persatuan, menjunjung tinggi toleransi, menghargai keberagaman, serta menjaga semangat gotong royong,” tegas Fauzi.
Pesan tersebut sekaligus menempatkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan semata sebagai agenda seremonial tahunan. Nilai yang dibawa dari momentum tersebut diharapkan hadir dalam relasi sosial, pelayanan pemerintahan, hingga cara masyarakat menyikapi perbedaan.
Fauzi menegaskan, menjaga persatuan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Tanggung jawab tersebut melekat pada seluruh elemen masyarakat.
“Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bersama bahwa menjaga persatuan adalah tanggung jawab kita dalam membangun kekuatan demi memajukan daerah dan bangsa,” pungkasnya.
Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim, Sekretaris Daerah Agus Dwi Saputra, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, camat se-Kabupaten Sumenep, pejabat eselon III, pimpinan instansi vertikal, serta pimpinan perusahaan di Kabupaten Sumenep.
















