PAMEKASAN | SIGAP88 — Bagi masyarakat Dusun Sokon, Desa Ponjanan Timur, Kecamatan Batumarmar, jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi jalan. Infrastruktur itu menjadi urat nadi yang menopang mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta membuka akses menuju berbagai aktivitas ekonomi dan sosial.
Kesadaran akan pentingnya fungsi tersebut mendorong warga bergotong royong membangun jembatan beton yang diharapkan menjadi akses yang lebih kokoh, aman, dan mampu menunjang kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Semangat kebersamaan itu mendapat dukungan dari Babinsa Koramil 0826-11/Batumarmar, Kopda Ari Wibowo, yang turun langsung bekerja bersama warga. Kehadirannya menjadi wujud pendampingan TNI terhadap pembangunan di wilayah binaan sekaligus memperkuat budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat.
Pembangunan jembatan diyakini akan membawa dampak nyata bagi kehidupan warga. Selain memperlancar mobilitas sehari-hari, infrastruktur tersebut juga akan memudahkan petani mengangkut hasil panen, mempercepat akses menuju pusat kegiatan ekonomi, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Desa Ponjenan Timur.
Kopda Ari Wibowo mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam pembangunan fasilitas umum merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat.
“Melalui gotong royong seperti ini, kami ingin mempererat kebersamaan sekaligus membantu mempercepat pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (3/7).
Menurutnya, pembangunan akan memberikan hasil yang lebih optimal ketika pemerintah, masyarakat, dan TNI berjalan beriringan. Kolaborasi tersebut bukan hanya mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang dibangun bersama.
“Semoga jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan menjadi sarana yang mendukung peningkatan kesejahteraan warga,” terangnya.
Bagi warga Dusun Sokon, jembatan beton yang kini dibangun bukan sekadar proyek infrastruktur. Lebih dari itu, jembatan tersebut menjadi investasi sosial dan ekonomi yang akan mempermudah aktivitas masyarakat dari hari ke hari. Ketika akses semakin baik, roda perekonomian desa pun berpeluang bergerak lebih cepat, sekaligus memperkuat harapan akan tumbuhnya kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
Di balik pengecoran beton dan semangat gotong royong yang mengiringinya, tersimpan pesan sederhana namun bermakna: membangun jembatan sejatinya adalah membangun masa depan sebuah desa.

















