SUMENEP | SIGAP88 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep memperkuat sinergi dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui penandatanganan komitmen bersama yang berlangsung di Pendopo Keraton Sumenep, Senin (29/6/2026).
Mengusung tema “Sinergi Membangun Melalui Sensus”, kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen bersama untuk menghadirkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan terpercaya sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa pembangunan daerah yang efektif harus didukung oleh data yang valid.
Menurutnya, tanpa informasi yang akurat mengenai kondisi dan potensi ekonomi masyarakat, kebijakan pemerintah berisiko tidak tepat sasaran.
“Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Data yang akurat akan melahirkan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Achmad Fauzi.
Ia menambahkan, keberhasilan sensus tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat, khususnya para pelaku usaha, agar memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas sensus.
“Keberhasilan sensus tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Mari bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi kemajuan Kabupaten Sumenep,” ajaknya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, BPS, pelaku usaha, dan masyarakat akan menghasilkan basis informasi yang kuat dalam merumuskan kebijakan pembangunan, mendorong investasi, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan menyeluruh terhadap seluruh aktivitas ekonomi yang menjadi fondasi penting dalam perencanaan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan yang dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh aktivitas ekonomi. Data yang dihasilkan akan menjadi pijakan pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat, terukur, dan sesuai kondisi riil di lapangan,” ungkap Handoyo.
Ia menjelaskan, pendataan menggunakan basis aktivitas usaha sepanjang 2025 dan mencakup berbagai sektor ekonomi, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha berskala besar. Karena itu, kualitas hasil sensus sangat bergantung pada keakuratan informasi yang diberikan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk memberikan data yang benar dan lengkap. Semakin berkualitas data yang dihimpun, semakin tepat pula arah kebijakan pembangunan yang dapat diambil pemerintah,” jelasnya.
Menurut Handoyo, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi acuan dalam penyusunan berbagai program strategis, mulai dari pemberdayaan pelaku usaha, pengembangan infrastruktur pendukung ekonomi, hingga penetapan prioritas pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Sensus bukan hanya menghasilkan angka statistik, tetapi menghadirkan dasar pengambilan keputusan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Kehadiran seluruh pihak menjadi simbol kuatnya kolaborasi dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 sebagai fondasi penyusunan kebijakan pembangunan yang berbasis data, sekaligus memperkuat daya saing dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep di masa mendatang.
















