PAMEKASAN | SIGAP88 – Donasi Konser Valen DA7 untuk Aceh-Sumatra pada 1 Januari 2026 di Kabupaten Pamekasan terkumpul Rp1,1 miliar.

Donasi dikoordinir oleh CEO PT Bawang Mas Group H. Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her. Kemudian, Haji Her mengutus tim khusus untuk berangkat ke Aceh menyalurkan donasi tersebut.

Sampai di Aceh, hasil donasi tersebut salah satunya digunakan untuk membangun jembatan di Desa Matang Panyang, Kecematan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur.

Jembatan ini menghubungkan dua kecamatan. Yakni Kecamatan Nurussalam dan Kecamatan Darul Amman. Tepatnya menghubungkan Desa Matang Panyang ke Desa Bagok Panah.

Baca Juga  TNI AD Peduli Lingkungan, Dandim 0826 Pamekasan Pimpin Tanam Mangrove

Jembatan yang dibangun bersama-sama oleh Relawan Bawang Mas Group dan TNI setempat dinamai Jembatan Tretan Madura-Aceh.

Peletakan batu pertama dilaksanakan pada hari ke-10 relawan Bawang Mas Group berada di Aceh atau pada Selasa (20/1/2026).

Koordinator Relawan Bawang Mas Grup Azif Mawardi Zein menuturkan bahwa pembangunan jembatan ini vital sekali.

“Kita bangun pada hari ke-10 kita di Aceh. Harapannya akses yang terputus akibat banjir bisa melancarkan aktivitas pendidikan anak-anak dan perekonomian warga setempat,” terangnya, Rabu (28/1/2026).

Azif menambahkan, bahwa hasil donasi Konser Valen DA7 juga disalurkan dalam bentuk bantuan penunjang pendidikan, komputer, seragam sekolah, alat tulis.

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-01 Pamekasan Dampingi Giat Posyandu di Kelurahan Gladak Anyar

Tidak hanya itu, donasi itu disalurkan dalam bentuk barang untuk memenuhi kebutuhan pokok warga, yakni, baju, makanan, santunan kepada anak yatim termasuk pembangunan jembatan.

“Donasi ini disalurkan kepada tiga provinsi, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Selain jembatan, donasi ini juga disumbangkan dalam bentuk alat-alat bangunan untuk hunian sementara, pendidikan, ribuan Al-Qur’an dan ribuan sembako,” paparnya.

Ditambahkan relawan lainnya, M.Khairul Umam, penyaluran donasi dari tiga provinsi, Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara membutuhkan waktu 15 hari. Sementara untuk pembangunanan jembatan bisa mencapai 30 hari.

“Menjadi relawan bukan soal fisik tapi juga mental. Karena dalam menyalurkan donasi ini melewati jalan berlumpur, terjal, melawan arus sungai serta sungai yang ada buayanya. Dan sekedar pesan bahwa betapa pentingnya menjaga dan merawat lingkungan, dampaknya sangat luar biasa, termasuk contoh di Aceh dan Sumatra ini,” tukas pria ini sekaligus Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE