SUMENEP | SIGAP88 – Perayaan hari jadi Kabupaten Sumenep yang ke 755 tahun, Plt Bupati Sumenep Dewi Khalifa mengajak semua masyarakat sinergi untuk turut andil dalam pembangunan Kota Keris

Perayaan hari Jadi Sumenep ke-755 bertajuk “Ke’ Rangke’ Kakoningan” ditandai dengan prosesi Penobatan Arya Wiraraja di depan Lapangan Giling di hadiri oleh Forkopimda Sumenep, para OPD, Camat se Kabupaten Sumenep, dan segenap masyarakat. Minggu, (27/10) malam.

Perhelatan hari jadi Kabupaten Sumenep ke-755 tahun diwarnai dengan penampilan kesenian, dan melibatkan 100 penari serta tak kalah meriahnya penampilan beberapa group musik tongtong.

Baca Juga  Peringatan Hardiknas 2026 di Jombang: Komitmen Wujudkan Pendidikan Bermutu dan Layanan Inklusif Untuk Semua

Dewi Khalifa dalam sambutannya mengatakan selamat hari jadi ke-755 tahun Kabupaten Sumenep.

“Kami atas nama pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menyampaikan, selamat hari jadi Kabupaten Sumenep ke-755 tahun,” kata wanita yang akrab disapa Nyai Eva ini

Nyai Eva mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sumenep untuk bersyukur kepada Allah SWT atas anugrah yang telah diberikan kepada kita semua.

“Sejarah telah mengukir keagungan Kabuoaten Sumenep sampai saat ini, dan pada 31 Oktober 2024 genap berumur 755 tahun,” ucapnya.

Menurutnya, berdirinya Kabupaten Sumenep tidak lepas dari peristiwa diangkatnya Arya Wiraraja menjadi Adipati di Sumenep pada tanggal 31 Oktober 1269 tahun yang silam.

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-13 Pasean Komsos di Dusun Rokem Timur

Pada tahun 1269 tersebut, sambung Nyai Eva, Sumenep masih berbentuk kerajaan, dan pada tahun 1829 menjadi Kabupaten.

“Sumenep telah dipimpin oleh 35 raja dan 16 Bupati,” jelasnya.

Dirinya menyebutkan bahwa dari 35 raja dan 16 Bupati semuanya telah menunjukkan prestasinya, sesuai dengan kondisi politik, sosial, ekonomi dan budaya di masanya.

Maka dari itu, pihaknya mengajak kepada semua komponen masyarakat untuk turut aktif dalam mengembangkan pembangunan Kabupaten Sumenep dari aspek politik, sosial, ekonomi dan budaya.

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-05 Larangan Dampingi Petani Jagung Bersihkan Gulma di Dusun Du’alas

“Sejarah budaya dan tradisi leluhur terbukti mampu mengikat suatu bangsa dan daerah tetap dalam kebersamaan dan persatuan” jelasnya.

“Mari kita song osong lombung (bersama sama-red) menjaga sinergitas dan kolaborasi antar semua pelaku pembangunan dengan saling menghargai satu dengan yang lain,” sambungnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE