Surabaya | SIGAP88 – Polda Jatim melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Lapangan Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (2/2/2026).

Apel ini dipimpin Wakapolda Jatim Brigjen Pol Pasma Royce yang membacakan amanat Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto.

Dalam amanatnya, Brigjen Pasma menegaskan apel gelar pasukan menjadi momentum strategis untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta sinergitas lintas sektor sebelum operasi dilaksanakan.

“Apel ini merupakan final check kesiapan personel, sarana pendukung, serta soliditas sinergitas lintas sektoral agar Operasi Keselamatan Semeru 2026 berjalan optimal,” kata Brigjen Pasma.

Wakapolda Jatim juga menyoroti masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Timur.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi Operasi Keselamatan Semeru 2025, tercatat 531 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban 10 orang meninggal dunia, 51 orang luka berat, dan 803 orang luka ringan.

Baca Juga  Cara Ambil Sepeda Motor di Bazar Ranmor Polrestabes Surabaya, Mudah dan Gratis!

“Tingginya angka kecelakaan ini dipengaruhi meningkatnya pelanggaran lalu lintas serta rendahnya disiplin dan pemahaman masyarakat terhadap keselamatan berkendara,” ujarnya.

Untuk menekan angka kecelakaan, Polda Jatim menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini mengusung tema Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026.

Sebanyak 5.020 personel dilibatkan dalam operasi tersebut, terdiri dari 395 personel Satgas Polda dan 4.625 personel dari satuan wilayah jajaran Polda Jawa Timur.

Pelaksanaan operasi mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas melalui langkah preemtif, preventif, dan represif. Penegakan hukum dilakukan secara selektif terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.

Baca Juga  Pemprov Jatim dan DPRD Sahkan Dua Raperda jadi Perda

“Penindakan difokuskan pada pelanggaran seperti kendaraan over dimension over loading (ODOL), melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, hingga penggunaan knalpot brong, dengan mengoptimalkan sistem ETLE agar penegakan hukum berjalan transparan dan akuntabel,” tegas Brigjen Pasma.

Di akhir amanat Kapolda Jatim, seluruh personel diminta melaksanakan tugas secara profesional, mengutamakan keselamatan masyarakat, memperkuat sinergitas lintas sektor, serta menjaga kesehatan dan keselamatan selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) pada Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, mengatakan operasi yang digelar oleh jajaran kepolisian seluruh Indonesia secara serentak ini merupakan bagian dari landasan menghadapi Operasi Ketupat 2026 yang juga akan digelar menjelang Idul Fitri nanti.

Baca Juga  Polres Pelabuhan Tanjung Perak Terima Penghargaan dari PT Pelindo

Kombes Pol Iwan menegaskan, khusus pada Operasi Keselamatan Semeru ini, petugas fokus pada sosialisasi dengan mengedepankan pendekatan humanis namun tegas melalui upaya preemtif, preventif, dan represif, terlebih pada armada angkutan umum.

“Petugas gabungan akan melakukan ramp check pada kendaraan, terlebih pada angkutan umum seperti bus, baik yang reguler maupun angkutan wisata,” tutupnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE