Surabaya | SIGAP88 – Mengawali tahun 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan kesiapan operasionalnya dalam menjaga keandalan pasokan listrik.

Dalam waktu hampir bersamaan, PLN UIT JBM berhasil menangani dua titik hotspot yang terdeteksi pada aset transmisi di Surabaya dan Malang.

General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja dalam keterangan tertulis, Kamis (15/1/2026) mengatakan, dua titik tersebut masing-masing berada di Gardu Induk (GI) 150 kV Kalisari, Surabaya, serta pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Pakis–Purwosari #2 Tower 133 di wilayah Malang.

”Penanganan cepat dilakukan guna mencegah potensi gangguan pada sistem transmisi listrik” ujar Ika

Ika menambahkan, hotspot merupakan kondisi anomali pada peralatan kelistrikan yang ditandai dengan peningkatan suhu berlebih akibat aliran arus yang tidak optimal.

Baca Juga  Tahun 2025, KAI Daop 8 Surabaya Catat Peningkatan Volume Sebesar 38.18 Persen Angkutan Barang

”Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi menyebabkan rugi daya, mempercepat penurunan kualitas peralatan, hingga berdampak pada keandalan sistem transmisi” papar Ika

Di Surabaya ungkap Ika, tim PLN UIT JBM menindaklanjuti hasil inspeksi yang menunjukkan adanya hotspot pada sambungan konduktor di GI 150 kV Kalisari.

”Sebanyak 15 personel diterjunkan untuk melakukan perbaikan sekaligus penggantian konduktor pada sisi Current Transformer (CT) menuju Disconnecting Switch (DS) Line bay Sukolilo 1” jelas Ika

Seluruh proses perbaikan, terang Ika, dilakukan dengan penerapan prosedur kerja yang ketat dan pengawasan menyeluruh, serta mengutamakan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

”Langkah ini memastikan peralatan kembali beroperasi normal tanpa mengganggu kontinuitas penyaluran listrik kepada pelanggan” tegasnya

Baca Juga  Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bongkar Sindikat Narkotika di Bogen Surabaya

Sementara itu, di wilayah Malang, tim PLN UIT JBM juga melaksanakan pemeliharaan pada konduktor jumper SUTT 150 kV Pakis–Purwosari #2 Tower 133.

Hotspot terdeteksi pada konduktor jumper fasa tengah arah tower besar.

”Melalui tindakan pemeliharaan yang terencana dan terukur, potensi gangguan pada jaringan transmisi berhasil diantisipasi sejak dini” terang Ika

Respons cepat tersebut merupakan wujud komitmen PLN dalam menjaga keandalan sistem transmisi, terutama di awal tahun.

“Setiap indikasi anomali pada sistem transmisi, termasuk hotspot, harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar. Keandalan transmisi menjadi fondasi utama dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik,” kata Ika.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan insan PLN tidak hanya berfokus pada keandalan peralatan, tetapi juga pada kualitas layanan kelistrikan bagi masyarakat di Jawa Timur dan Bali.

Baca Juga  Waspada Super Flu, Pemkot Surabaya Terbitkan SE dan Minta Warga Tetap Tenang

“PLN UIT JBM berkomitmen untuk terus menjaga terang, mendukung aktivitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sistem kelistrikan yang andal dan aman,” pungkasnya.

Dengan keberhasilan penanganan dua titik hotspot tersebut, PLN UIT JBM memastikan sistem transmisi tetap berada dalam kondisi prima serta menegaskan komitmen perusahaan dalam mengedepankan keandalan, keselamatan, dan pelayanan terbaik bagi pelanggan

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE