
Surabaya | SIGAP88 – Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas di seluruh terminal yang dikelolanya tumbuh 6,87 persen pada 2025 atau mencapai 13,34 juta twenty-foot equivalent units (TEUs), yang meningkat dari tahun sebelumnya yang sebanyak 12,48 juta TEUs.
“Pertumbuhan didorong oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah permintaan atau pengiriman barang menggunakan peti kemas yang semakin meningkat,” kata Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra, melalui keterangan tertulis di Surabaya, Kamis(15/1)
Menurutnya kunjungan kapal di beberapa terminal berbanding lurus dengan peningkatan komoditas di masing-masing daerah, yang artinya permintaan atau distribusi barang juga meningkat.
Widyaswendra mencontohkan peningkatan arus peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Jambi dipicu oleh peningkatan permintaan komoditas semen seiring dengan pembangunan properti di wilayah tersebut.
Selain itu TPK Ternate juga mencatat pertumbuhan karena adanya pengiriman barang keperluan tambang di Halmahera.
“Hal serupa juga terjadi di TPK Merauke yang meningkat seiring dengan pelaksanaan program strategis nasional di Provinsi Papua Selatan,” ujarnya.
Perseroan juga mencatat kenaikan jumlah arus peti kemas internasional sebesar 10,28 persen, yaitu dari 3,99 Juta TEUs pada 2024 menjadi 4,40 Juta TEUs pada 2025.
Peningkatan arus peti kemas internasional salah satunya terjadi di Terminal Teluk Lamong dengan pertumbuhan sekitar 25 persen dari tahun sebelumnya.
Widyaswendra mengungkapkan pertumbuhan di Terminal Teluk Lamong salah satunya dipicu penambahan lima pelayanan baru pada 2025.
“Arus peti kemas internasional ini juga meningkat karena adanya peningkatan pengiriman barang ke Korea, Amerika Serikat, Jepang dan China yang melalui TPK Semarang,” ucapnya.













