SUMENEP | Sigap88 – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti, di wilayah kerja Puskesmas Rubaru Kabupaten Sumenep berangsur turun.

Penurunan kasus DBD tersebut dikarenakan oleh upaya semua petugas kesehatan bersama masyarakat dan leading sektor di Kecamatan Rubaru.

“Kami bersama pihak terkait dan para tokoh melakukan edukasi terhadap masyarakat untuk berprilaku hidup sehat,” kata kepala Puskesmas Rubaru, dr Doni Istata. M.Kes, saat di hubungi melalui sambungan selulernya oleh sigap88.com Kamis (17/04).

Selain itu, pihaknya melakukan woro-woro kepada semua masyarakat desa melalui pengeras suara untuk selalu menjaga lingkungan bersih dan menerapkan 3M Plus.

Baca Juga  Alamanda Skincare Pamekasan Salurkan CSR 100 Paket Sembako di Bulan Ramadan

“Kami selalu memberikan penyuluhan kepada masyarakat, terlebih melalui Posyandu agar masyarakat tentang kebersihan, dan berprilaku bersih dan sehat, serta memberikan penyuluhan tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN) karena hal itu sangat efektif untuk membunuh jentik jentik nyamuk Aedes aegypti,” ujarnya

Doni menjelaskan, dengan menutup tempat tempat penyimpanan air, menguras bak mandi, mengubur dan membakar kaleng atau benda yang dapat menampung air.

Ia juga menjelaskan tentang kasus Tuberkulosis, (TB) bahwa pihaknya mempunyai aplikasi khusus, sehingga apabila ada indikasi mengarah kepada TB akan di jemput untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca Juga  Program Mudik Gratis Lebaran 2026, Kepala Puskesmas Arjasa Siapkan Personel Beri Layanan Kesehatan

“Apabila ada masyarakat yang mengalami batuk sampai lebih dari tiga hari, kita lakukan pemeriksaan spesimennya,sehingga kami bisa mendeteksi secara dini,” paparnya

“Sampai saat ini ketersediaan obat untuk penderita TB tersedia dengan baik, hal itu kami upayakan penderita TB tertangani dengan baik sampai sembuh,” tegasnya.

Kepala Puskesmas Rubaru ini menambahkan tentang stunting bahwa, segala upaya kami lakukan seperti ketingkat paling bawah.

“Kami melakukan deteksi mulai dari tingkat awal seperti kepada calon pengantin (Catin)
dengan melakukan edukasi kepada Catin dan pihak orang tua Catin, karena melalui hal itu dapat mencegah terjadinya stunting,” tuturnya.

Baca Juga  Ketua DPRD Sumenep Soroti MBG Tak Layak Konsumsi

“Edukasi tersebut dilakukan agar Catin.dapat memahami, nikah tersebut harus sesuai dengan umur yang dianggap sudah waktunya, nikahnya seperti apa, konsumsi gizinya ketika hamil, dan yang lainnya,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE