
SUMENEP | SIGAP88 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memperkuat pengendalian harga bahan pokok nasional menjelang bulan suci Ramadhan, Imlek dan Hari Raya Idulfitri melalui operasi pasar dan gerakan Pasar Murah
Program ini menjadi instrumen utama memastikan harga pangan tetap stabil dan daya beli terjaga di tengah potensi lonjakan permintaan saat hari besar keagamaan.
Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sumenep yang dikepalai Dadang Dedy Iskandar akan masifkan operasi pasar dan pasar murah bersama OPD yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
”Operasi pasar bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, khususnya di pasar-pasar rakyat seperti di pasar Anom Baru, Pasar Bangkal dan pasar yang ada di setiap kecamatan,” kata Kabag Perekonomian dan SDA Sumenep, Dadang Dedy Iskandar. Selasa (02/02/2026).
Operasi pasar kata Dadang, dilakukan guna memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok masyarakat, apalagi dalam bulan ramadhan kebutuhan pokok masyarakat meningkat.
”Kami memastikan ketersediaan bahan pokok masyarakat tersedia dengan baik dan tercukupi, dan juga memastikan tidak ada penjualan oleh pihak toko dan warung tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujarnya.
Ia menegaskan, bahwa sampai saat ini, stok barang komoditas di pasar masih relatif stabil dan harga standard.
Dadang menambahkan bahwa, dalam bulan ramadhan pasti ada gerakan-gerakan bazar atau gerakan pangan murah yang akan dilaksanakan dibeberapa tempat, bahkan di kepulauan.
”Kegiatan pasar murah akan dilaksanakan oleh wilayah kecamatan dan OPD yang tergabung di TIPD,” jelasnya.
Dadang mengatakan, Pemkab Sumenep berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi menggelar pasar murah.
“Dalam setiap momen hari besar keagamaan dan hari besar yang lain pemerintah selalu memberikan komoditas bahan pokok yang terjangkau kepada masyarakat,” terangnya.
Bahkan, setiap hari melakukan pemantauan harga dan stock barang kebutuhan masyarakat melalui Dinas UKM Perindag.
”Melalui pemantauan stok dan harga menjadi acuan kita untuk melakukan evaluasi tentang adanya inflasi, dan diharapkan melalui pemantauan ini dapat menekan terjadinya harga yang melampaui batas,” tegasnya
Sementara itu, Kepala Diskop UKM Perindag Sumenep melalui Kabid Perdagangan Idam Halil membenarkan bahwa, pihaknya selalu berkolaborasi dengan pihak OPD yang tergabung dalam TPID melakukan pemantauan harga barang kebutuhan pokok masyarakat.
”Kami bersama seluruh kru pasar yang ada di Kabupaten Sumenep selalu melakukan cek harga dan ketersediaan barang untuk kebutuhan pokok masyarakat terlebih menjelang bulan Ramadhan dan saat ramadhan,” ucap Idam













