
SUMENEP | SIGAP88 – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Abadi, di Desa Tanah Merah, Kecamatan Nonggunong, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur berkomitmen untuk mengembangkan usaha guna meningkatkan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes).
Komitmen tersebut dengan mengalokasikan Dana Desa (DD) sebesar Rp 150 juta ke penggemukan sapi.
Ketua BUMDes Abadi, Samsul Arifin menyampaikan bahwa BUMDes Abadi telah terbentuk dan telah mengembangkan anggaran DD sebesar Rp 150 juta kepada penggemukan sapi.
“Dana yang dikelola oleh BUMDes Abadi dari DD Tanah merah sebesar Rp 150 juta yang dikembangkan ke penggemukan sapi,” kata Samsul Arifin. Jum’at (28/11/2025).
Samsul menjelaskan bahwa, tujuan BUMDes ini guna memberikan dampak positif pengembangan ekonomi masyarakat.
“Tujuan utamamya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan memperkuat perekonomian desa secara mandiri,” ujarnya.
Samsul juga menegaskan, alokasi DD Tanah Merah yang dikucurkan ke BUMDes telah melalui proses rembuk desa dan diputuskan melalui rapat semua anggota BUMDes Abadi dan keputusannya untuk penggemukan sapi.
“Desa Tanah Merah yang letak geografisnya ada di pulau Sapudi dan Pulau sapudi merupakan potensi sapi sehingga kami melihat potensi daerah ini dapat dijadikan dasar sebagai pengembangan sapi,” tegasnya.
“Selama pengembangan penggemukan sapi yang telah berjalan sekitar dua bulan dan telah meraup keuntungan sebesar Rp 3,5 juta,” tuturnya.
Sementara itu, kepala desa Tanah merah Jailani saat di hubungi oleh media sigap88.com mengatakan, melalui BUMDes ini dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
“Ini sangat berdampak kepada masyarakat, yang mana masyarakat dapat mengembangkan potensi daerah dan dapat meningkatkan ekonominya,” ucap Jailani yang telah menjabat kepala desa tiga periode.
Ia mengajak kepada masyarakat desa Tanah Merah untuk memanfaatkan peluang anggaran DD ini untuk mengembangkan ekonomi.
“Semoga melalui BUMDes Abadi yang bersumber dari DD tahun 2025 mampu memberikan dampak ekonomis kepada masyarakat dan kepada APBDes Tanah merah sehingga kedepannya menjadi desa Mandiri,” harapnya.













