JOMBANG | SIGAP88 — Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan langkah kepolisian. Komunikasi dengan ulama, kyai, dan lingkungan pesantren menjadi bagian penting untuk membaca persoalan sosial dari dekat.

Pesan tersebut mengemuka saat Kapolres Jombang AKBP Yanto Mulyanto bersama jajaran Pejabat Utama Polres Jombang melakukan silaturahmi dengan sejumlah kyai dan pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Jombang, Rabu (7/10/2026).

Salah satu tujuan kunjungan tersebut adalah memperkuat hubungan antara kepolisian dengan kalangan pesantren sekaligus membuka ruang komunikasi mengenai berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Kapolres Jombang menilai masukan dari ulama dan tokoh agama memiliki arti penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih dan mohon dukungan serta bantuan para ulama dalam melaksanakan program-program Polri, sehingga tugas-tugas kepolisian lebih mudah, khususnya dalam melaksanakan harkamtibmas,” ujar Yanto.

Menurutnya, komunikasi dengan ulama tidak hanya dibutuhkan ketika muncul persoalan. Hubungan tersebut perlu dibangun secara berkelanjutan agar kepolisian dapat memperoleh masukan sekaligus memahami dinamika yang berkembang di masyarakat.

Dalam rangkaian silaturahmi tersebut, rombongan Kapolres Jombang mengunjungi Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar.

Kedatangan rombongan diterima langsung oleh KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam.

Pertemuan antara kepolisian dan pengasuh pesantren itu menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring komunikasi Polres Jombang dengan lingkungan pesantren.

Bagi Jombang, yang memiliki basis pesantren kuat, komunikasi semacam ini memiliki ruang strategis. Pesantren bukan hanya tempat pendidikan keagamaan, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial masyarakat yang bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan di tingkat bawah.

Karena itu, sinergi polisi dan pesantren diharapkan tidak berhenti pada seremoni silaturahmi. Yang lebih penting adalah terbangunnya komunikasi dua arah—kepolisian menyampaikan langkah dan programnya, sementara ulama serta tokoh pesantren dapat menyampaikan pandangan, aspirasi, maupun persoalan yang membutuhkan perhatian.

Polres Jombang menyatakan komunikasi dengan ulama dan tokoh agama akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Jombang.

☕
Traktir Kopi SIGAP88
Dukung SIGAP88 untuk terus menghadirkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Dukung SIGAP88
📰 Baca Versi E-Paper
Baca berita ini dalam tampilan koran digital SIGAP88.
BUKA VERSI KORAN

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses