
SUMENEP | SIGAP88 – Masyarakat pulau Kangean, Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur keluhkan kinerja PLN selalu lakukan pemadaman. Bahkan dalam satu malam ada dua kali pemadaman.
Pemadaman listrik ini bukan hanya mengganggu aktifitas masyarakat, berdampak pula terhadap ekonomi masyarakat kepulauan Kangean.
“PLN di Kangean ini parah, masak selalu padam, bahkan dalam setiap 24 jam terjadi pemadaman sampai dua kali,” kata warga Kepulauan Kangean, Hariyanto., Selasa (30/3).
Menurutnya, apabila sering terjadi pemadaman berdampak kepada aktifitas masyarakat tidak.maksimal bahkan berakibat pula terhadap ekonomi masyarakat.
“Ini perlu penanganan khusus terhadap permasalahan PLN di Kangean atau pihak pemerintah daerah jangan pejam mata terhadap permasalahan PLN di Kangean, karena PLN merupakan hal yang krusial pula bagi kelangsungan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, manager PLN UPP Kangean Hairul, saat di konfirmasi melalui sambungan teleponnya menyampaikan, kondisi mesin saat ini belum stabil.
“Mesin kami belum stabil, voltase naik turun bahkan temperaturnya naik turun juga sehingga, mesin lepas dari sistemnya, hal itu terjadi pada pukul 23.00 wib atau jam 01.00 wib,” papar Hairul.
Hairul juga menyampaikan bahwa, mulai bulan Ramadhan ini pemakaian listrik di Kangean relatif tinggi, jadi mesin satu lepas yang berakibat mesin yang lain tidak mampu.
Sehingga menjadikan aliran listrik terhenti. “Mesin mengalami lemah dikarenakan imbas dari peristiwa kemarin seperti cuaca ekstrem dan pohon roboh menimpa jaringan,” ungkapnya
Pihaknya juga berkoordinasi dengan tim teknisi bahwa mesin lebih sensitif karena dampak gangguan jaringan di saat cuaca ektrim.
“Kami dalam taraf siaga sampai akhir bulan Maret, jadi hal itu tidak ada pemeliharaan terhadap mesin, maka agar pasokan listrik tidak terhenti secara meluas, dibuatkan jadwal management sampai masa siaga selesai,” terangnya.
Hairul menyampaikan pula, pemakaian listrik masyarakat Kangean di bulan Ramadhan sangat tinggi dari 5,9 naik menjadi 6,5. Kenaikan beban ini sangat signifikan, dan dalam setiap tahunnya di momen hari besar memang tinggi.
“Setelah selesai masa siaga, kami bersama teknisi akan melakukan pemeliharaan dan semoga mesin menjadi normal lagi dan tidak terjadi pemadaman,” pungkasnya













