Ilustrasi kelangkaan BBM di pulau Kangean

SUMENEP | SIGAP88 – Saat ini masyarakat Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura tidak baik baik saja.

Pasalnya di kepulauan Kangean mulai terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tabung gas LPG 3 kg.

Kondisi ini membuat harga eceran melambung tinggi, bahkan ada yang menjual harga lebih dari Rp 15.000 setiap botol kaca, sedangkan untuk 1 botol Plastik air mineral, satu botol kisaran lebih dari Rp 30.000.

Tokoh pemuda Kangean Hariyanto menyampaikan kepada media sigap88.com, Selasa (31/3) bahwa masyarakat mulai mengeluh dikarenakan BBM mulai sulit.

Baca Juga  Dandim 0827 Sumenep Tinjau Lokasi Bangun Jembatan Roboh di Lenteng

“Kami memantau di setiap agen dan APMS sudah tidak ada stok, hal itu masyarakat sangat resah,” ungkap Yanto.

Sementara itu Camat Arjasa Aynizar Sukma saat di hubung melalui sambungan teleponnya mengatakan, hari ini pihak Forpimcam Arjasa sedang melakukan pemantauan terhadap agen dan toko penyedia BBM.

“Forpimcam Arjasa melakukan monitoring ke APMS dan setiap agen serta toko penyedia BBM,” kata Camat Arjasa, Nizar, Selasa (31/3)

Baca Juga  Dinsos P3A Sumenep Terima Hewan Kurban dari Organisasi Perangkat Daerah

Selain itu, pihaknya mengatakan bahwa telah kordinasi dengan pihak Kabag perekonomian Kabupaten Sumenep tentang isu kelangkaan BBM.

“Hasil kordinasi kami dengan Kabag perekonomian, insyaAllah dalam Minggu ini pengiriman BBM segera di lakukan,” ujarnya.

Ia memastikan, dalam kurun waktu dua atau tiga hari pengiriman BBM ke Pulau Kangean segera di lakukan. “Insyaallah awal bulan April 2026 ini ada pengiriman BBM ke Kangean,” tegasnya.

Baca Juga  DPW ALFI/ILFA Jatim Beri Jalan Anggota Ungkapkan Keruwetan

“Stok LPG 3kg, sampai saat ini aman dikarenakan pengiriman melalui perahu dari pelabuhan Kalianget ke pelabuhan Batu guluk (Kangean) sudah jalan dengan lancar,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE