MOJOKERTO | SIGAP88 – Pemprov Jatim sedang melakukan investigasi epidemiologi terhadap menu soto ayam yang diduga menjadi penyebab keracunan massal di Kabupaten Mojokerto.

Hidangan tersebut dibagikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, ke sejumlah penerima manfaat, pada Jumat, (9/1)

Beberapa saat setelah mengonsumsi menu tersebut, ratusan orang mengalami gangguan kesehatan. Gejalanya seperti, pusing, mual, muntah, dan diare.

Hingga Minggu kemarin, 11 Januari 2026, korban yang tercatat sebanyak 261 orang.

Mereka terdiri dari siswa hingga orang tua siswa dan telah mendapatkan penanganan medis di beberapa fasilitas kesehatan (faskes) di Mojokerto.

Baca Juga  Pemprov Jatim dan DPRD Sahkan Dua Raperda jadi Perda

Penyebab dari kejadian diduga bersumber dari SPPG.

Maka, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim melakukan penelusuran yang difokuskan pada rantai pasok bahan pangan hingga prosedur pengolahan.

Dalam upaya ini, Pemprov Jatim menemukan fakta yang tidak lazim.

Korban tetap mengalami keracunan meski hanya mengonsumsi bagian tertentu dari menu, seperti daging ayam atau telurnya saja.

“Kami menemukan pola bahwa korban tetap terdampak meskipun hanya mengonsumsi bagian tertentu. Ini menjadi data krusial untuk menemukan akar permasalahan,” kata Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak saat meninjau korban keracunan massal yang dirawat di Pondok Pesantren Ma’had An Nur dan RSUD Prof. dr. Seoekandar, Kabupaten Mojokerto, Minggu, 11 Januari 2026

Baca Juga  Bupati Jombang Launching ADD dan PDRD 2026

Wagub Emil juga menyampaikan seluruh biaya perawatan dan pengobatan korban terdampak akan ditanggung pemerintah

Ia juga mengimbau agar masyarakat yang sebelumnya mendapatkan MBG dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Mojokerto dan mengalami keluhan mual dan muntah agar segera melapor ke Posko Yankes di Pondok Pesantren Ma’had An Nur Kutorejo Mojokerto agar mendapatkan perawatan dan penanganan terbaik.

Selain ke Posko Yankes di Pondok Pesantren Ma’had An Nur, Wagub Emil Dardak juga meninjau dan menjenguk para korban yang mendapatkan perawatan medis di RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari Mojokerto.

Baca Juga  Optimalkan Pendapatan Daerah, Bupati Jombang Launching Distribusi SPPT PBB-P2 Tahun 2026 dan Inovasi QR Code

Sebelumnya ratusan pelajar dan santri dari tujuh lembaga di Mojokerto mengeluh mual, muntah, demam, dan diare, yang diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG.

Diketahui pada Jumat (9/1) para penerima manfaat MBG yang terdampak secara medis ini mengkonsumsi soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto(*)

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE