
SURABAYA | SIGAP88 – PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) (BKI) melalui cabang Surabaya mengembangkan kerjasama bersama Institut Teknologi Surabaya (ITS) terkait bidang Teknik Industri dan Kemaritiman dengan ditandai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman yang dilakukan di Gedung Rektorat ITS, Surabaya, Rabu (27/8/2025).
Prof. Nurul Widiyastuti, S.SI, M.Si, Ph.D, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS mengatakan bahwa bentuk kerjasama yang dibangun dengan pihak BKI ini sangat bermanfaat sekali karena ini sebuah langkah yang positif bagi dunia kampus.
“Pihaknya selalu support dan terbuka untuk peluang-peluang kerjasama dengan pihak perusahaan termasuk salah satunya dengan BKI,” ujarnya.
BKI Kembangkan Kerjasama Dengan ITS Tingkatkan Kualitas SDM
Khususnya dengan BKI, banyak sekali kegiatan-kegiatan yang ada di BKI dengan proses bisnisnya disana yang sangat berhubungan dengan beberapa prodi yang ada di ITS, baik itu peluang-peluang kerjasama untuk studi lanjut dari BKI ke ITS maupun untuk kegiatan kegiatan dari ITS ke BKI.
“Seperti magang mahasiswa ITS yang ada di BKI juga untuk kegiatan riset, dan juga untuk kegiatan magang dosen muda ITS yang bisa mengikuti kegiatan yang ada di BKI untuk inisiasi riset bersama maupun untuk magang bersama tadi,” jelas Nurul.
Selain itu, lanjut Nurul, dari kerjasama ini kita mengharapkan untuk bisa menghasilkan karya-Karya yang dihasilkan antara ITS dengan BKI termasuk salah satunya nanti kita harapkan dari tesis Pegawai BKI yang sedang studi lanjut di ITS bisa membantu di BKI memberikan solusi-solusi di industri maupun pengembangan-pengembangan yang ada di BKI.
“Pengembangan yang bisa menjadi ide-ide untuk topik tesisnya tadi sehingga ini bisa membawa kebermanfaatan bagi ITS dan BKI,” Imbuhnya.
Hadir dalam penandatangan kerjasama antara BKI dengan ITS, yaitu:
1. Kepala Cabang Utama BKI Surabaya, Bambang Riyanto;
2. Muhammad Sodik PLT VP Sekretaris Perusahaan;
3. Sudibyo, Kepala Cabang Komersial Surabaya BKI;
4. Prof. Nurul Widiyastuti, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS;
5. Prof. Dr Ir. Aulia Siti Aishah, Direktur Pengembangan Akademik dan Inovasi Pembelajaran ITS;
6. Dr.Eng. Ardyono Priyadi, Kepala Subdirektorat Pascasarjana ITS;
7. Prof.Dr.Eng. Widiyastuti, Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik dan Kerjasama ITS;
8. Prof.Dr.Ir. Mokh Suef, Kepala Departemen Teknik Perkapalan ITS;
9. Teguh Putranto, S.T.M.T,Ph.D, Kepala Departemen Teknik Perkapalan ITS;
10. Niniet Indah A, ST.MT,Ph.D, Kepala Program Studi Pascasarjana Teknik Sistem dan Industri ITS;
11. Prof. Aries Sulisetyono, ST.MA.Sc, Ph D, Kepala Program Studi Pascasarjana Teknik Perkapalan ITS;
12. Gigih Devy Rosalinda, Supervisor Layanan Kerjasama ITS .
Sementara itu, Kepala Cabang Utama BKI Surabaya, Bambang Riyanto, menyampaikan bahwa kerja sama yang dibangun bersama ITS pada hari ini merupakan pengembangan dari kolaborasi sebelumnya yang berfokus pada bidang perkapalan.
Saat ini, ruang lingkupnya diperluas ke lintas fakultas, khususnya Kemaritiman dan Teknik Industri.
“Tujuan utama kerja sama ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia BKI, baik dalam hal daya nalar, kemampuan berinovasi, maupun kesiapan menghadapi tantangan global di era digitalisasi, sejalan dengan visi BKI menjadi badan klasifikasi kelas dunia,” katanya.
Bambang menambahkan, dari kerja sama tersebut saat ini sudah terdapat tujuh pegawai BKI yang mengikuti program Magister (S2) di ITS.
Ia menegaskan bahwa para pegawai yang melanjutkan studi ini diharapkan menjadi tulang punggung dalam mempercepat langkah BKI menuju panggung internasional.
“Upaya peningkatan kompetensi SDM BKI dilakukan melalui dua skema, yaitu studi lanjut di dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa pegawai BKI sebelumnya juga menempuh pendidikan magister dan doktoral di Swedia, Australia, dan Jepang,” terang Bambang.
Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa selain bidang akademis, BKI juga menjalin kerja sama di bidang riset.
BKI bahkan telah memiliki kantor di Gedung Nasdek ITS sebagai pusat penelitian.
Salah satu produk riset yang telah dihasilkan adalah kapal tanpa awak (autonomous) untuk mendukung penanganan bencana dan telah menarik minat beberapa daerah untuk digunakan pada wilayah bencana dengan risiko tinggi serta hasil riset berupa drone yang mampu beroperasi di atas laut (baik lepas landas maupun mendarat di air laut) dengan jangkauan beberapa kilometer.
“Inovasi ini telah diuji coba di Tanjung Perak hingga Kamal, Madura,” tandas Bambang.
Menurut Bambang, prioritas riset ini juga terkait dengan komitmen Indonesia dalam mewujudkan Net-Zero Emission (NZE) tahun 2060.
Drone yang dikembangkan BKI berfungsi mengukur emisi gas buang kapal secara real-time, sehingga mendukung program pemerintah dalam transisi menuju energi bersih.
“BKI siap membantu percepatan program pemerintah tersebut dengan kesiapan teknologi, sumber daya insinyur, serta program riset yang telah dibangun,” tegasnya.
Terkait pengembangan ke depan, Bambang menyambut baik usulan Wakil Rektor ITS agar pembimbing tesis mahasiswa S2 tidak hanya berasal dari ITS, tetapi juga dapat melibatkan dosen pendamping dari BKI.
Hal ini akan mempermudah akses data sekaligus memperkuat keterkaitan antara riset akademik dengan kebutuhan industri.
“Gagasan tersebut dinilai sebagai langkah positif dan menyatakan komitmen BKI untuk menindaklanjutinya melalui koordinasi lebih intens dengan ITS,” pungkasnya. (*)