SUMENEP | SIGAP88 – Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin meninjau secara langsung pelaksanaan Imunisasi Campak di Kabupaten Sumenep, Kamis(28/8)

Menkes RI saat meninjau imunisasi campak di TK-PAUD Qurrotq A’yun, Desa Marengan, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur

Sebelumnya di daerah Kabupaten Sumenep lebih dari 2000 anak terpapar penyakit campak yang mengakibatkan meninggalnya 20 anak di Kabupaten Sumenep.

Sehingga, imunisasi sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus campak kepada anak anak.

“Penyakit campak sangat berbahaya, karena daya penularannya sangat cepat, maka dari itu imunisasi merupakan langkah tepat untuk memutusnya,” kata Kemenkes Budi Gunadi Sadikin, kepada awak media

Baca Juga  Meresahkan, Polres Pamekasan Amankan Pemuda Sampang Bawa Sajam dan 9 Unit Motor Hasil Balap Liar

Dengan begitu, kata Menkes Budi, anak anak yang telah dilakukan imumisisi, akan terlindungi dari penyakit campak.

“Imunisasi campak dapat memberikan kekebalan kepada anak anak, sehingga tidak mudah terpapar penyakit campak,” tegasnya.

Ia menegaskan, komitmennya untuk memastikan pelaksanaan imunisasi berjalan optimal, dan dapat memenuhi terhadap titik sasaran.

“Ada sekitar 70.000 anak yang harus kita imunisasi. Dalam situasi KLB seperti ini, imunisasi massal harus dilakukan segera dan menyeluruh.” ujarnya.

Bahkan, Menkes Budi memberikan apresiasi kepada Bupati Sumenep yang telah menggerakkan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mendukung program imunisasi ini.

Baca Juga  SDN Sapeken 1 Jadi Rujukan Calon Wali Murid

Targetnya, imunisasi dapat diselesaikan dalam dua minggu ke depan.

“Apabila target imunisasi ini dapat tercapai dalam kurun waktu dua minggu, kemungkinan angka penderita campak menurun dengan drastis di Kabupaten Sumenep,” harapnya.

Budi mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di media sosial.

Ia juga meminta bantuan media untuk terus memberikan edukasi tentang pentingnya imunisasi campak.

“Kementerian Kesehatan akan memperketat survei dan screening dengan mendeteksi gejala campak yang mudah dikenali, seperti demam dan ruam pada kulit,” paparnya.

Menkes Budi menambahkan, deteksi dini tidak hanya menjadi tugas tenaga kesehatan, tetapi juga harus diajarkan kepada keluarga, Babinsa, dan Babinkamtibmas agar segera membawa anak yang bergejala ke Puskesmas untuk pemeriksaan.

Baca Juga  Electrifying Lifestyle: PLN UP3 Madura Gaungkan Ekosistem EV di Pamekasan

Memungkasi perkataannya, Menkes Budi berharap di wilayah Madura ada Laboratorium agar hasil pemeriksaan cepat diketahui.

“Apabila di Madura ada Laboratorium maka akan mempercepat penanganan kasus campak,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE