NGANJUK | SIGAP88 – Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad, berinisiatif membantu seorang bocah yang masih duduk di bangku SD kelas 3 SDN 2 Gejagan, Loceret, Kabupaten Nganjuk bernama M. Ilun Zainul Huda (9) yang ingin menjadi seorang polisi, Senin (6/5/2024).

Bocah yang akrab dipanggil Ilun tersebut merupakan anak dari pasangan Mohamad Nur Huda dan Binti Astutik warga Desa Gejagan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, sempat viral di Medsos karena kesehariannya membantu orang tuanya mengumpulkan sampah daur ulang untuk dijual.

Dalam konferensi persnya, Muhammad mengungkapkan, hatinya tergerak untuk membantu Ilun karena dalam video yang beredar di media sosial tersebut menyebut bahwa Ilun memilikil cita-cita suatu hari nanti ingin menjadi seorang polisi.

Baca Juga  Satlantas Polres Nganjuk Hadirkan Pelayanan Publik Edukatif dan Humanis

“Dari situ kami tergerak untuk mendukung cita-cita Ilun yang ingin menjadi Polisi, akan tetapi bahwa kenyataanya keluarga Ilun mengalami kesulitan dalam pembiayaan sekolah serta biaya sehari-hari. Untuk itu kami berupaya untuk membantu melalui program “Polisi Peduli Polres Nganjuk,” ungkapnya.

Kapolres menambahkan, bantuan sosial dari Polres Nganjuk terbagi menjadi 2 yakni jangka pendek dan jangka panjang. Bantuan jangka pendek yakni berupa bantuan sosial kemanusiaan berupa paket sembako dengan harapan dapat bermanfaat dan meringankan beban ekonomi keluarga.

Baca Juga  Bani Insan Peduli Santuni 2000 Warga Berkebutuhan Khusus di Pamekasan

“Sedangkan untuk jangka panjangnya kami mengupayakan agar Ilun bisa mendapat Bea Sisiwa dan memenuhi kebutuhan sekolah Ilun seperti alat tulis dan seragam sekolah,” imbuhnya.

Kapolres mengaku pihaknya juga telah mengambil langkah yang dianggap perlu, yakni berkoordinasi dengan Dinas Sosial Jatim UPT (Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak) PPSAA Nganjuk yang secara khusus menangani Ilun terkait solusi biaya sekolahnya.

Tidak hanya itu, Kapolres juga berencana untuk membimbing Ilun agar bisa mendapat pelatihan yang menjang postur tubuh seperti pelatihan fisik, Karate dan mungkin pelatihan lain yang relevan dengan cita-cita Ilun menjadi seorang polisi.

Baca Juga  Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan: Kupas 3 Prinsip Utama Kewartawanan hingga Bedah Berita Mengandung Unsur Fitnah dan Ghibah

“Semua ini dilakukan dengan tujuan memberikan dukungan maksimal agar Ilun dapat menggapai mimpinya dengan baik. Tentunya hal ini bisa dilakukan setelah Ilun telah memenuhi syarat usia yang ditentukan,” tutup Muhammad. (*)

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE