- Advertisement -spot_img

YLBH-Madura : ‘Bupati Sumenep’ Abai Putusan PTUN, Anggap Bagian Hukum Pemkab Sesat

Sengketa Pilkades Matanair

ReporterTim

Sumenep | Sigap88 – Sengketa Pemilihan kepala desa (pilkades) tahun 2019 sudah berlalu. Namun, hasil pemilihan Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, hingga kini terus menjadi perbincangan masyarakat setempat

Pasalnya, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya telah membatalkan keputusan Bupati Sumenep yang saat itu dijabat oleh K.H. Busyro Karim

Bupati Sumenep sempat mengesahkan dan mengangkat Ghazali sebagai kades terpilih, sayangnya keputusan bupati bernomor 188/485/KEP/435.012/2019 tanggal 2 Desember 2019 tertolak.

Karena, PTUN juga membatalkan surat pernyataan pelantikan bupati Sumenep kepada Ghazali nomor 141/145/.118.5/2019 tanggal 30 Desember 2019. Selain membatalkan, PTUN juga mewajibkan tergugat mencabut dua keputusan tersebut.

Selain itu, PTUN juga mewajibkan tergugat agar menerbitkan keputusan baru tentang pengangkatan dan pelantikan Ahmad Rasidi sebagai Kades Matanair periode 2019–2025.

Ahmad Rasidi melalui kuasa hukumnya, Kurniadi, SH menyampaikan bahwa kliennya seharusnya dilantik menjadi Kades Matanair, sebab kliennya mendapatkan putusan PTUN nomor 79 PK/TUN/2021 yang sudah inkracht,

”Bahwa secara hukum, Pemkab Sumenep harusnya patuh terhadap putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap(inkracht),” kata Kurniadi kepada wartawan, Senin,(22/11) usai mendatangi kantor Pemkab Sumenep

Namun, kata Advokat Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Madura (YLBH-Madura) ini menganggap ‘Bupati Sumenep’ mengabaikan atas putusan inkracht Pengadilan PTUN yang sudah satu tahun ini belum ditindak lanjuti

Kurniadi menyampaikan, sewaktu masyarakat Desa Matanair Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep ramai ramai menolak hasil Pilkades, Bupati menyarankan agar dilanjutkan dengan proses hukum. “Apapun keputusan dari PTUN kita harus mematuhinya,” kata Kurniadi, menirukan Bupati Sumenep yang waktu itu di jabat oleh KH. Busyro Karim.

Namun, ucapan tersebut kata Kurniadi hanya bualan saja, karena sudah satu tahun proses tersebut dan faktanya putusan tersebut sudah inkracht tapi tidak dilaksanakan.

“Kami mempertanyakan apakah pernyataan Bupati tersebut atas nama pribadi apa atas nama Bupati,” tanyanya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa, bagian hukum setkab menyesatkan Bupati, karena bagian hukumlah yang memberikan kewenangan tentang kapasitas hukum.

“Dalam keputusan PTUN agar Bupati mencabut SK Ghazali kepala Desa Matanair, dan mengangkat Ahmad Rasidi. Namun putusan pengadilan tersebut tidak dilaksanakan oleh Bupati Sumenep,” papar Kurniadi.

Bahkan Kurniadi menganggap Panitia Pilkades dianggap menyeleweng dikarenakan telah memberikan keputusan yang sebenarnya bukan wewenangnya.

Secara aturan kata Kurniadi, bahwa ini harus diberhentikan dan di dalam pelaksanaan Pilkades ini ada tindak pidana korupsi. “Didalamnya kami anggap ada tindak pidana korupsi karena, telah mempergunakan keuangan Negara dalam pelaksanaan Pilkades secara tidak sah,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemkab Sumenep sempat mengajukan Peninjauan kembali(PK) terhadap putusan pada 9 Maret 2021 yang isinya memohon kepada Mahkamah Agung untuk memberikan putusan, membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya nomor 223/B/2020/PT.UN/SBY tanggal 7 Desember 2020 Juncto Putusan PTUN Surabaya Nomot 37/G/2020/PTUN.Sby, tanggal 1 September 2020.

Terhadap permohonan PK tergugat atau Bupati Sumenep tersebut, PTUN Surabaya memutuskan menolak gugatan penggugat/ termohon peninjauan kembali untuk seluruhnya dan menghukum penggugat/ termohon peninjauan kembali untuk membayar seluruh biaya yang timbul akibat perkara tersebut

Berdasar putusan yang diketuai oleh majelis hakim, Dr.H.Yulius, S.H., M.H. tanggal 19 Juli 2021 tersebut, maka Kurniadi datang ke kantor Pemkab Sumenep untuk menemui Kabag Hukum Setkab Sumenep Hizbul Wathan guna menyerahkan berkas dan menanyakan atas putusan inkracht PTUN yang mandek selama setahun

“Kami sengaja datang untuk menyerahkan berkas putusan PTUN, yang bersangkutan tidak berada di tempat, namun kami ditemui oleh Darmaji Kasubbag bagian Hukum Pemkab Sumenep” jelasnya

Dijelaskan Kurniadi, saat itu pihaknya bertemu Darmaji untuk meminta keterangan terkait permasalahan yang ditanganinya, namun Darmaji tak bisa memberikan komentar

“Kami tidak bisa memberikan komentar tentang hal ini, karena satu pintu ke Kabag hukum,” jelasnya Kurniadi menirukan Darmaji

Kurniadi mengatakan besok pihaknya akan mendatangi kembali kantor Pemkab tersebut, ia berharap bertemu dengan Kabag Hukum Setkab Sumenep

“Mudah-mudahan besok bisa bertemu pak Kabag Hukum” pungkasnya

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Opini

Sosial & Budaya

spot_img
3,320FansSuka
683PengikutMengikuti
17,654PengikutMengikuti
406PengikutMengikuti
76,543PelangganBerlangganan

Nasional

Pojok Hikmah Kang Doel

Sedekah Jumat Berkah

Pembaca yang dirahmati Allah SWT, sedekah adalah pemberian sukarela yang dilakukan seseorang kepada orang lain, bisa berupa apa saja, sedikit atau banyak, utamanya untuk fakir miskin. Sedekah adalah salah satu amalan yang dicintai oleh Allah SWT. Karena itu, pahala sedekah sangatlah banyak diantaranya dapat menjauhkan dari neraka, apalagi sedekah di hari Jum’at, Allah SWT akan mengahdiahkan pahala yang berlipat-lipat ganda. Sehingga di kalangan masyarakat sering menyebutnya dengan “sedekah Jumat berkah”

Sebagaimana Imam Syafi’i pernah berkata tentang keajaiban sedekah, “Perbanyaklah bersedekah sebagai amalan hari Jumat. Sedekah bisa berupa uang, makanan, atau lainnya. Jangan takut uang menjadi habis jika bersedekah. Karena Allah akan melipatgandakan pahala sedekah. Bahkan Allah akan menambah rezeki jika kita bersedekah. Nabi bersabda, ‘Dan di hari Jumat pahala bersedekah dilipatgandakan”. (Imam al-Syafi’i, al-Umm, juz 1, hal. 239)

فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ “Di hari Jum’at terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas ia memanjatkan suatu do’a pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta.”

Pahala Kebaikan Dilipatgandakan

Orang yang bersedekah di hari Jumat pahalanya akan digandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat dari sebutir kebajikan yang dilakukan. Sebagaimana firman Allah SWT., مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha luas, Maha Mengetahui.” (QS. al-Baqarah [2]: 216) Begitu mudah untuk melakukan perbuatan baik khususnya di hari Jumat, jangan tunda lagi mari bersama melatih bersedekah karena itu tidak akan menjadikan miskin atau habis harta kita, dengan sedekah semoga dapat mengugurkan dosa-dosa kita, diberikan kesehatan dan keberkahan baik kebahagiaan, kemuliaan bagi keluarga. Semoga Allah ta’ala selalu memberikan perlindungan kepada kita dan usia yang bermanfaat Aamiin ya robbal’alamiin.

Exclusive content

Indonesia Timur

Pendidikan & Kesehatan

Jateng Raya

Hukum & Kriminal