Wujudkan Pertanian yang Maju dan Mandiri Melalui Program Utama Kementan

602

Sumenep | Sigap88 – Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep mendapat kunjungan kerja dari Kementerian Pertanian Badan penelitian dan pengembangan pertanian pusat penelitian pengembangan Peternakan yang telah terlaksana Minggu kemaren 10 Maret 2021 bertempat di Kantor BPP Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur.

Acara yang di kemas dengan sosialisasi pengembangan pertanian dan pengembangan peternakan dari Kementan di wakili oleh Dr. Ir Atien Priyanti Sudarjo Putri, M.Sc sebagai peneliti ahli utama pusat penelitian dan pengembangan peternakan beserta rombongan, Kepala Dispertahortbun Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, S.TP, M.Si Kordinator penyuluh pertanian Kecamatan Rubaru, Sakdawi Jayadi,SP, beserta staf, Ketua kelompok tani.

Dr. Atien Priyanti menyampaikan, kunjungan kerja ini merupakan tugas dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk melakukan supervisi atau pendampingan program utama Kementan di empat Kabupaten yang ada di Pulau Madura.

“Pada intinya kita melakukan supervisi program dari Kementerian pertanian (Kementan) untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern guna meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan petani,”kata Dr Atien

Untuk mencapai sasaran tersebut kata Dr Atien yang dijadikan perhatian. Adalah peningkatan produksi dan produktivitas melalui gerakan nasional peningkatan produktivitas dan produksi komoditas pertanian, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani

Maka dari itu, guna mengetahui perkembangan program dari Kementan kata Dr Atien pihaknya harus mengevaluasi dalam setiap minggunya.kepada Kementerian. ” Kerja sama kami dengan semua Dinas pertanian se Madura mengenai data riil perkembangan di lapangan dalam setiap minggunya,” terangnya

Selain itu untuk meningkatkan kualitas harga di petani kami juga melakukan pemantauan harga di konsumen.

Saat ini menghadapi musim Panen padi, maka yang diperlukan bagaimana pasokan gabah atau beras menjelang bulan puasa dan lebaran aman. “Kami melakukan kerjasama pula dengan Divre Bulog, strategi apa yang akan dilakukan menghadapi Panen raya supaya Bulog sebagai stabilisator harga , bisa mempertahankan harga gabah dan beras di petani,” ujarnya.

“Sampai saat ini untuk padi dan jagung kita telah memenuhi target, Namun untuk kedelai masih mengalami devisit, hal itu perlu pengkajian yang serius bagaimana untuk kedelai bisa ditingkatkan,” urainya.

Disektor peternakan, Dr Atien menjelaskan, kita tahu bahwa di sektor peternakan di wilayah Madura khususnya wilayah Kabupaten Sumenep sangat baik, seperti Sapi Madura dan Domba Sapudi.

” Kami juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang hasil riset kami mengenai peternakan,” jelasnya.

Dirinya, (Dr Atien red) untuk mengembangkan populasi ternak, langkah yang harus dilakukan adalah, dengan cara melakukan kawin silang.

Seperti, Domba Sapudi yang dari Kabupaten Sumenep bisa di kembangkan dengan baik melalui kawin silang dengan Domba dari luar Domba Sapudi yang kualitasnya sama sama baik.

“Kami di Bogor melakukan riset pengembangan peternakan dengan sistem kawin silang, yang hasilnya nanti akan lebih sempurna,” tuturnya.

Pada intinya, Dr Atien mengimbau kepada stakeholder agar berevolusi untuk selalu meningkatkan kualitas pertanian dan peternakan, demi menunjang tercapainya swasembada pangan dan tercapainya kebutuhan daging hewani.

“Revolusi sangat dibutuhkan demi peningkatan pertanian menuju tercapainya swasembada pangan Nasional, apalagi dukungan dari pemerintah untuk mengembangkan eksport hasil pertanian ke sejumlah Negara,” pungkasnya.

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE