Walikota Surabaya Minta RT/RW Aktif Pantau Warganya

339

Surabaya | SIGAP88 – Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya melakukan pertemuan dengan para RT/RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), camat, lurah serta kepala puskesmas se-Surabaya secara virtual

Eri meminta kepada seluruh RT/RW untuk lebih aktif lagi memantau kondisi warganya. Terutama bagi masyarakat yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing.

Apabila ditemukan warga yang bergejala Covid-19 seperti sesak nafas, demam tinggi, batuk maka wajib dibawa ke puskesmas terdekat pada saat itu juga.

“Langsung bawa ke puskesmas. Insyaallah hari ini puskesmas mulai buka 24 jam. Nanti di sana akan diperiksa sekaligus tes swab antigen,” kata Eri, Selasa (13/7)

Lebih lanjut Eri menyampaikan apabila swab antigen hasilnya dinyatakan negatif, pihaknya meminta keikhlasan warga untuk langsung menjalani isolasi bagi yang bergejala ringan dan mendapatkan obat-obatan sesuai dengan keluhannya.

Sedangkan, apabila pasien mengalami gejala sedang atau berat maka akan langsung dirujuk ke rumah sakit.

“Jadi kita tidak perlu menunggu hasil swab PCR baru isolasi. Nanti malah semakin menularkan orang-orang disekitar kita,” imbuhnya

Selain itu, Eri menambahkan agar penularan Covid-19 ini terhenti, “maka pada saat warga merasa badannya tidak enak, wajib langsung dibawa ke puskesmas terdekat.” Imbuhnya

Eri menegaskan bahwa hal itu penting dilakukan, agar pada saat warga periksa baik ke puskesmas maupun rumah sakit tidak dengan kondisi yang sudah parah. Oleh sebab itu, dia kembali menekankan agar RT/RW tak lelah memantau kondisi warganya.

“Ini akan sia-sia kalau RT/RW-nya tidak tahu berapa warganya yang tidak enak badan atau sedang sakit. Jangan sampai ada warga ada yang tidak tertangani. Kita sudah menambah ambulance dan jam operasional 24 jam. Jadi saya nyuwun tulung RT/RW diskusi ke kelurahan dan kecamatan. Intinya kalau ada yang sakit warganya langsung dibawa ke puskesmas,” jelas dia.

Tidak hanya itu, Eri juga memastikan, jam operasional puskesmas 24 jam non stop itu, juga didampingi oleh perwakilan petugas kelurahan/kecamatan serta Satpol PP.

Sehingga, apabila sewaktu-waktu warga membutuhkan pertolongan baik pertolongan medis hingga penjemputan pasien atau jenazah bisa dilakukan ditangani dengan segera.

“Jadi saya minta setiap puskesmas disiapkan petugas kelurahan/kecamatan dan Satpol PP. Ini harus ditangani secara bersama-sama. Kita maksimalkan untuk menyelematkan warga Surabaya,” ungkap Wali Kota Eri kepada jajarannya.

Bahkan tidak berhenti sampai di situ, seusai pertemuan virtualnya, Wali Kota Eri langsung menghubungi Kepala Bagian Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Aset, Noer Oemarijati untuk menyulap beberapa mobil dinas dijadikan ambulance.

“Ibu tolong nanti kursi yang bagian belakang diambil saja. Lalu tambahkan sirine di atasnya. Kita gunakan mobil dinas untuk ambulance,” ungkap dia saat memberi arahan.

Terakhir, dia berpesan kepada seluruh warga Kota Pahlawan agar memperketat prokes. Termasuk mengurangi mobilitas. Jika tidak terlalu penting maka sebaiknya tidak perlu keluar rumah.

Eri berharap dalam situasi seperti saat ini seluruh masyarakat kompak mematuhi aturan sehingga diharapkan pandemi Covid-19 akan segera hilang dari Surabaya.

“Tolong ini ini harus segera dihentikan. Saya butuh bantuan seluruh warga untuk komitmen. mudah-mudahan badai pandemi ini akan segera berakhir,amin,” tandasnya(Han/S18)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE