Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep Sosialisasikan Kesadaran Donor Darah

98
pkk sumenep

Sumenep | Sigap88 – Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Sumenep Nia Kutnia melalui wakil ketua Pokja 4 dr Rifmi Utami memberikan sosialisasi Kesadaran donor darah kepada semua anggota tim penggerak PKK Kecamatan Batang Batang. Selasa (8)6/2921) kemarin.

Sosialisasi yang di selenggarakan di pendopo Kecamatan Batang Batang Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur dihadiri oleh wakil ketua Pokja 4 Kabupaten, anggota PMI Kabupaten, Ketua tim penggerak PKK Kecamatan Batang Batang dan segenap anggota tim penggerak PKK Kecamatan Batang Batang.

dr Rifmi Utami yang saat itu mewakili Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Sumenep Nia Kurnia menyampaikan, ketersediaan darah di Kabupaten Sumenep sangat sedikit, bahkan tahun 2020 kemarin mengalami devisit, sehingga harus mengimpor dari Kabupaten terdekat.

“Dikarenakan stok darah di Kabupaten Sumenep ini sangat kurang sedangkan kebutuhan darah sangat banyak, maka kami tim Penggerak PKK Kabupaten melakukan langkah sosialisasi Kesadaran donor darah,” kata dr Rifmi Utami.

Sebagai tim penggerak PKK kata dr Rifmi mempunyai fungsi menggerakkan agar masyarakat sadar untuk menjadi donor sukarela. “Melalui donor sukarela masyarakat dapat secara rutin mendonorkan darahnya,” ucapnya.

“Setetes darah sangat berguna dan sangat membantu keselamatan orang yang membutuhkan,” jelasnya.

dr Rifmi berharap melalui sosialisasi Kesadaran donor darah yang di ikuti oleh semua anggota tim penggerak PKK Kecamatan Batang Batang bisa terketuk hatinya untuk menjadi pendonor. “Nantinya bisa memberikan edukasi kepada semua elemen masyarakat untuk sadar menjadi donor darah secara sukarela,” terangnya.

Maka, melalui tim penggerak PKK Kecamatan yang mempunyai jaringan sangat kuat kebawah seperti Dasa Wisma dapat mengetoktularkan sosialisasi ini agar dapat menjadi pendonor.

Menurutnya, golongan darah AB merupakan yang paling langka daripada golongan darah O dan A. “Kami melakukan sistem gotong royong sehingga kebutuhan darah selalu tersedia nantinya,” tuturnya.

Setidaknya, setiap ibu hamil mempunyai pendonor, minimal pihak keluarganya, sehingga saat mengalami kesulitan sewaktu persalinan sudah tersedia pendonor yang akan membantunya.

“Harapan kami dengan semakin banyak masyarakat sadar untuk mendonor maka, ketersediaan darah tercukupi dan dapat mengurangi angka kematian ibu karena pendarahan dan orang orang yang membutuhkan darah,” pungkasnya. (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE