Tanpa ijin, Pabrik Air Mineral di Kepulauan Sapudi Ditutup

159

Sumenep | Sigap88 – Pabrik Air mineral di Desa Pancor, Kecamatan Gayam Kepulauan Sapudi Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur yang telah beberapa bulan yang lalu memproduksi dan melakukan distribusi air mineral dalam kemasan (AMDK) merk A-Z ke berbagai toko di kepulauan Sapudi di tutup oleh Forpimka Gayam dikarenakan ijin operasionalnya belum keluar.

Camat Gayam Mansyur melalui Kasi Tata Pemerintahan Iqbal saat di konfirmasi lewat telepon selulernya oleh sigap88.com menyampaikan, saya telah melakukan warning kepada pemilik pabrik air mineral dalam kemasan agar menutup sementara operasional pabrik air mineral sebelum ijin nya keluar.

“Pihak pabrik air mineral dalam kemasan telah melakukan perjanjian tertulis untuk tidak melakukan operasional dan menjual AMDK ke pihak toko dan masyarakat sebelum ijin keluar,” kata Iqbal.

Iqbal berharap pihak penanggung jawab perusahaan CV Adi Podai Tirta Utama yang beralamat jalan Suwasembada timur VII Nomer 09 RT/RW 008/010 kebon bawang Tanjung Priok Jakut, Salmin Abdullah Zubaidi agar secepatnya mengurus semua segala sesuatunya mengenai perijinannya.

“Kami berharap kepada penanggung jawab CV Adi PodayTirta Utama secepatnya mengurus Ijin yang masih dalam proses, mengingat karyawan yang telah bekerja selama ini sangat membutuhkan pendapatan melalui pekerjaan tersebut,” harap Iqbal.

Sementara, penanggung jawab CV Adi Poday Tita Utama Salmin Abdullah Zubaidi membenarkan bahwa mulai hari Senin (19/4) perusahaan Air Minum Dalam Kemasan telah di tutup sementara menunggu ijin dari BPOM, ijin SNI dan sertifikat halal sebagai persyaratan masih dalam proses.

“Ijin BPOM, ijin SNI dan sertifikat halal masih dalam proses,” ucapnya.

Disampaikan oleh Abdullah Zubaidi kemungkinan dalam 2 Minggu ini ijin BPOM dan ijin SNI keluar karena sekarang dalam proses. “Menyusul sertifikat akan keluar beberapa bulan yang akan datang,” terangnya.

Di jelaskan oleh Abdullah Zubaidi, bahwa produksi air mineral dalam kemasan oleh CV Adi Poday Tirta Utama dengan karyawan 15 orang kekuatan produksi setiap harinya sebanyak 500 sampai 700 karton.

“Setiap harinya kami mampu memproduksi 500 sampai 700 karton,” tegasnya.

Dengan adanya Pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) diharapkan bisa menyerap tenaga kerja, sehingga menambah kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Kami berharap secepatnya, ijin bisa keluar dan semua pekerja bisa aktif lagi dan mendapatkan pendapatan demi meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya. (Koes)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE