Sosialisasi Keluarga Berencana di Kecamatan Batu Putih, Wabup Sumenep Sampaikan Pentingnya Manfaat KB

557
Sosialisasi KB
Wakil Bupati Sumenep, Hj Dewi Khalifah (kerudung merah), saat memberikan sosialisasi tentang KB kepada masyarakat Kecamatan Batu putih, Jum'at (10/9)

Sumenep | SIGAP88 – Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Hj Dewi Khalifah, hadir dalam acara Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) dan memberikan sosialisasi tentang KB kepada masyarakat Kecamatan Batu putih dalam rangka peningkatan pengetahuan pentingnya masyarakat mengetahui manfaat KB dan pentingnya akte pernikahan yang terselenggara di kantor MWC NU Batu putih Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Jum’at (10/9).

Hadir pula, H. Kadarisman, Plt PP3AKB (Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana), Nyai Nabati selaku ketua PAC Muslimat Batu Putih dan segenap anggota

Dewi menyampaikan pesan kepada peserta yang rata-rata adalah usia subur, agar selalu berpedoman kepada program Keluarga Berencana dalam merencanakan keluarga.

Dewi Khalifah yang akrab disapa dengan panggilan Nyai Eva itu menyampaikan dalam sosialisasinya menekankan agar paham tentang pentingnya usia dalam pernikahan dan jarak persalinan serta pentingnya pembelajaran kepada anak.

“Menciptakan keluarga sejahtera bukan hanya melalui KB saja akan tetapi banyak hal yang harus di lakukan,” kata Nyai Eva

Program Keluarga Berencana saat ini tidak hanya berfokus kepada penggunaan alat kontrasepsi, tapi juga kepada peningkatan kualitas keluarga.

“Program KB itu sekarang juga memikirkan bagaimana kesehetan, pendidikan dan kesejahteraan keluarga yang bermuara kepada peningkatan kualitas keluarga,”ucapnya

Ia menambahkan, yang perlu di pikirkan adalah putra putri kita tentang pendidikannya, “selain umur pasutri yang harus di perhatikan, juga jarak kandungan dengan anak yang telah di lahirkan,” jelasnya.

Mantan anggota DPRD Sumenep ini juga menyampaikan, maka melalui KB dampaknya mensejahterakan masyarakat dengan perencanaan anak dengan sistem ber KB.

“Program KB ini merupakan program pemerintah sejak jaman Orde Baru dan manfaatnya sekarang telah di rasa oleh masyarakat sehingga dengan program tersebut dapat pula meningkatkan ekonomi masyarakat,” terangnya.

Sementara itu Plt PP3AKB Sumenep H. Kadarisman menyampaikan, peristiwa pernikahan Indonesia merupakan peringkat ke 2 se Asia sehingga dimungkinkan banyak juga anak dibawah umur yang melakukan pernikahan.

“Untuk menuju keluarga yang berkualitas dan sejahtera pemerintah memprogramkan KB yang tujuannya adalah untuk mengatur jarak persalinan,” ungkap Kadarisman.

Menurutnya, untuk membentuk keluarga sejahtera harus melalui tiga tahapan yaitu bina Keluarga Balita, Bina keluarga Remaja dan Keluarga Bina Lansia (tribina)

“Dalam rangka pengendalian penduduk dan perkembangan penduduk merupakan perhatian prioritas pemerintah, karena dimungkinkan di tahun 2040 akan terjadi bonos demografi, artinya kondisi dimana populasi masyarakat akan didominasi oleh individu-individu dengan usia produktif” paparnya.

Maka dari itu perlunya antisipasi dini dampak usia produktif. “Dari fase tersebut kita harus menciptakan sebuah keluarga Samawa dan yang berkualitas,” pungkasnya.

Acara sosialisasi ini diikuti oleh warga masyarakat setempat, dan juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat(Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE