- Advertisement -spot_img

Sengketa Limbah Industri PT. KJI Rembang Berujung Laporan Polisi

Pasuruan, Sigap88 – Sengketa atas kontrak kerjasama terhadap pengelolaan limbah industri milik PT. King Jim Indonesia (KJI), antara H. Nurhasin dengan pihak lain, terus bergulir.

Pasalnya, H. Nurhasin yang sudah lama melakukan kerjasama kontrak dalam pengolahan limbah, dengan PT. King Jim Indonesia yang berlokasi di Jalan Rembang Industri II/1, Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan, melapor ke Polres Pasuruan.

“Dua bulan lebih sudah, dan ini masih nunggu prosesnya,” Kata Nurhasin, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, pada Jum’at (26/11)

Laporan yang dilakukan H. Nurhasin ke Polres Pasuruan, untuk meminta keadilan atas haknya yang diduga ‘dirampas’ oleh pihak lain dengan cara – cara ‘licik’ untuk mengambil alih sebagai pengelolah limbah PT. KJI.

“Jadi, ketika saya mengambil limbah industri PT. King Jim Indonesia, ada pihak – pihak lain yang sengaja ‘memfitnah’ dengan mencampur limbah dengan bahan yang masih layak dan belum masuk dalam kategori limbah,” Jelas H. Nurhasin.

Atas peristiwa tersebut, Pihak PT. King Jim Indonesia tidak lagi memakai jasa H. Nurhasin terkait pengelolaan limbahnya sehingga PT. KJI menunjuk salah seorang tokoh masyarakat setempat yang dipercaya untuk mengelolah limbah industrinya.

Seiring berjalannya waktu, tokoh masyarakat yang ditunjuk oleh PT. KJI untuk mengelolah limbah, merasa bahwa dirinya hanya dipake ‘alat’ oleh pihak lain, pasca diblacklistnya H. Nurhasin oleh PT. KJI.

Hingga kini permasalahan atas sengketa limbah industri PT. KJI yang diduga penuh dengan rekayasa tersebut sudah dalam penanganan serta proses di Polres Pasuruan.

Dari informasi yang dihimpun media ini, ketika proses hukum di Polres Pasuruan sedang berjalan, pihak terlapor diduga berupaya menghilangkan barang bukti (BB) dengan mengeluarkan limbah industri yang dinilai menjadi alat bukti dan hal itu juga dibenarkan oleh H. Nurhasin (Pelapor).

“Pak PR itu yang menghubungi saya, untuk limbah industri (BB) yang dikeluarkan itu,” Katanya.

Sumber menyebutkan, dalam pengangkutan limbah (BB) tersebut, diduga ada keterlibatan Oknum Anggota yang disinyalir berada dilokasi saat proses pengeluaran limbah (BB) dilakukan.

Saat dikonfirmasi, Oknum Anggota Bhabinkamtibmas wilayah desa Pekoren, kecamatan setempat KRL (Red- Inisial), membantah bahwasanya dirinya tidak tau dan tak ikut dalam urusan limbah.

“Saya tidak tau urusan itu mas. saya waktu itu sedang berpatroli dan mungkin berbicara, berkoordinasi sebagai bhabinkamtibmas setempat,” Jelas dia melalui sambungan What’s App, Sabtu (27/11).

Menurut informasi, dalam aksi pengangkutan limbah yang merupakan barang bukti itu dilakukan pada Jum’at, 5 November 2021 lalu, pasca adanya laporan yang dilakukan H. Nurhasin ke Polres Pasuruan.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo, SH, S.Ik menuturkan bahwa penanganan kasus tersebut masih berjalan, “Masih proses klarifikasi dan sudah 5 orang diperiksa,” Tuturnya.

Saat ditanya mengenai pengangkutan limbah yang diduga upaya untuk menghilangkan barang bukti, Ia belum tau apakah yang dikeluarkan itu limbah B3 atau biasa.

“Yang dikeluarin limbah apa? B3 atau bukan. Kalo selain limbah b3 ya sah2 aja. Telpon aja kanitnya biar jelas,” Ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang pakar hukum mengatakan, ketika sebuah kasus perkara masih dalam proses hukum, barang bukti yang bisa membantu dalam rana penyelidikan itu tidak boleh dihilangkan atau dikeluarkan.

“Tidak boleh dikeluarkan. itu sama saja menghilangkan barang bukti dan bisa dilaporkan,” Pungkasnya. (Red)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
- Advertisement -Newspaper WordPress Theme
- Advertisement -Newspaper WordPress Theme
- Advertisement -Newspaper WordPress Theme

Quotes Hikmah

Orang cerdas adalah orang yang bagus akalnya, tidak suka marah, karena yang menutupi akal pikiran manusia adalah sifat suka marah

Ambil yang sedikit jika itu mendatangkan kebaikan, dan tolaklah yang banyak jika yang banyak itu mendatangkan keburukan

Pesan Makmia

"Hormatilah keinginan serta temani istri dan anak-anakmu. Karena mereka adalah insan yang paling punya hak atas kebaikanmu."

Berita Terbaru