Resmikan SPAM Umbulan, Begini Kata Presiden Jokowi

223

Pasuruan, Sigap88 – Presiden Joko Widodo meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, yang berlokasi di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, Senin (22/3/21).

Selain meresmikan Spam Umbulan, Presiden juga meninjau langsung fasilitas pengolahan air minum dilokasi setempat, yang pengerjaannya mulai direalisasikan pada 2017 lalu.

Tampak hadir dalam acara peresmian tersebut di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khafifah Indar Parawansa, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.

Pembangunan SPAM Umbulan yang notabene masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional ini merupakan salah satu prioritas pemerintah untuk dapat memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar.

“Ini air dari sini keadaannya sudah bersih. Langsung bisa dimanfaatkan, tidak pakai pengolahan yang rumit-rumit,” kata Presiden Ir. H. Joko Widodo, dalam sambutan saat peresmian berlangsung.

Ketahui bahwa, Fasilitas tersebut memiliki kapasitas penyaluran air bersih sebesar 4.000 liter per/ detik dengan air baku pengolahan yang bersumber dari Mata Air Umbulan. dan selama masa pembangunan, pemerintah melalui proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan pemasangan pipa transmisi air baku sepanjang 93 kilometer, 2 rumah pompa, 14 unit _offtake_, dan 17 unit reservoir yang tersebar di 5 kabupaten/kota.

Selanjutnya, SPAM Umbulan menyuplai air bersih kepada sejumlah perusahaan daerah air minum (PDAM) yang nantinya secara bertahap akan mendistribusikannya melalui jaringan distribusi kepada masyarakat. Sejumlah PDAM tersebut ialah PDAM Kota Surabaya, PDAM Kabupaten Pasuruan, PDAM Kota Pasuruan, PDAM Kabupaten Sidoarjo, PDAM Kabupaten Gresik, dan PDAB Jawa Timur.

Meski demikian, Presiden Jokowi, menegaskan bahwa pekerjaan besar belum berhenti dengan selesainya pembangunan SPAM Umbulan tersebut. Sebab, pekerjaan yang selanjutnya harus mulai dikerjakan ialah mengenai bagaimana menyalurkan air bersih tersebut hingga ke rumah-rumah tangga agar dampak pembangunan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Tadi saya tanyakan di lapangan, yang baru berjalan itu (kapasitas) 900 liter per detik, artinya masih ada 80 persen yang harus segera diselesaikan dari pipa utama sampai masuk ke pipa di rumah tangga. Pekerjaan besarnya ada di situ,” ujarnya.

“Jangan sampai proyek besarnya jadi, pipa utamanya selesai, tapi untuk masuk ke rumah tangga terkendala. Praktik yang saya alami ada waduk besar, irigasi primernya sudah disiapkan, tapi untuk yang sekunder dan tersier tidak ada. Terus airnya sampai ke sawah lewat mana? Ini juga sama,” Imbuhnya.

Proyek pembangunan SPAM Umbulan ini juga dilakukan dengan skema kerja sama antara pemerintah dengan badan usaha (KPBU), yakni sebagian anggaran berasal dari APBN, sebagian dari APBD Jawa Timur, dan sebagian lainnya dari pihak swasta.

“Model pembangunan KPBU ini akan terus kita dorong, tidak hanya di Umbulan saja tetapi juga proyek-proyek yang lain sehingga beban APBN ini akan semakin berkurang dan pengelolaannya justru swasta yang harus bergerak,” Tutup Presiden dua periode itu. (Gun)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE