Proyek RSUD Grati Jadi Sorotan, Masuk Harus Ada Surat Ijin Kadinkes

279

Pasuruan, Sigap88 – Proyek Lanjutan Pekerjaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Grati, Kabupaten Pasuruan, yang berasal dari Dinas Kesehatan Pemkab Pasuruan, menjadi sorotan.

Pasalnya, Proyek dengan anggaran yang begitu besar, yakni Rp. 14.490.655.000,- Miliar itu, yang dianggarkan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2021 Kabupaten Pasuruan, dalam pengerjaan dilokasi proyek, tidak transparan dan terkesan ditutup tutupi.

Proyek yang dikerjakan oleh PT. Santosa Shanara Graha, ini terlihat dikelilingi pagar penutup, sehingga tidak tampak bagaimana proses pekerjaan, maupun material yang digunakan.

Bahkan, peran media sebagai alat kontrol sosial dan pilar demokrasi ke empat, tidak diperbolehkan masuk ke lokasi pekerjaan. tentu hal ini patut disayangkan, karena pekerjaan proyek tersebut memakai uang rakyat, sudah seharusnya transparan.

Menurut laporan media Sigap88, pada Jum’at (6/8/21) saat beberapa wartawan yang hendak masuk untuk melakukan kontrol dilokasi proyek RSUD Grati, Kabupaten Pasuruan, tiba – tiba dicegat oleh salah satu Security dan Pengawas K3 PT. Santosa Shafanara Graha.

“Saya sudah menjelaskan kepada security terkait dengan kedatangan kita, bahwa kami melakukan kontrol sosial terhadap pekerjaan proyek RSUD, namun tanpa surat ijin dari Kepala Dinas Kesehatan, tidak diperkenankan masuk,” Ucap Bambang Purnomo, Wartawan Sigap88.

Sejumlah wartawan yang datang ke lokasi pekerjaan Proyek RSUD itu bermaksud melakukan konfirmasi terkait dengan pekerjaan yang memakan biaya belasan miliar rupiah itu, kepada salah satu pimpinan proyek.

“Padahal, melalui Yoga, selaku Pengawas K3, saya sudah buat janji untuk bertemu salah satu pimpinan proyek RSUD Grati, yang katanya bernama Yusuf. namun Yoga mengatakan bahwa Pak Yusuf tidak ada ditempat lokasi proyek,” Papar Purnomo.

Purnomo menjelaskan bahwa, Yoga, selaku pengawas K3, mempersilahkan masuk kalau ada surat ijin dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan.

“Maaf, Pak Yusuf, sedang ke luar. kalau bapak mau masuk proyek, harus ada surat ijin dari Kepala Dinas Kesehatan,” Jelas Purnomo, menirukan ucapan Yoga.

Seketika itu, sejumlah awak media lantas mengkonfirmasi untuk mencoba menghubungi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Pasuruan Ani Latifa, melalui seluler dan Pesan What’s App (WA), “Tidak benar, mohon maaf,” singkat Ani Latifa, pada pesan WAnya, (Tim)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE