- Advertisement -spot_img

PMII Sumenep Kutuk Pernyataan Camat Batang-Batang

Minta Bupati Sanksi Tegas Camat Batang-Batang

Sumenep | SIGAP88 – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sumenep mengutuk keras pernyataan camat Batang-Batang,Kabupaten Sumenep, Joko Suwarno terkait warga yang tidak mau divaksin agar dicuri sapinya

Ketua Umum PC PMII Sumenep, Qudsiyanto dalam rilisnya yang diterima redaksi sigap88.com, Senin(16/8/2021) mengatakan, pernyataan bernada ancaman itu tidak layak disampaikan oleh seorang elite birokrasi, karena menyebabkan keresahan dan kepanikan di tengah-tengah masyarakat.

“Oleh karena itu PC PMII Sumenep mengutuk keras sikap reprensif yang secara ataupun tidak, disampaikan secara spontan atau sebatas bercanda oleh Aparatur Pemerintah.Hal ini tetap tidak layak, karena menyebabkan ketakutan ” tegasnya

BACA JUGA :Catut Nama Bupati Sumenep, Vidio Camat Batang-Batang Perintah Curi Sapi Warga yang Tidak Mau Divaksin ‘Viral’ di Medsos

Qudsiyanto menambahkan, hal itu melanggar Kode Etik Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 tahun tentang Etika ASN dalam Bermasyarakat yang berbunyi demikian:

  1. Mewujudkan pola hidup sederhana.
  2. Memberikan pelayanan dengan empati, hormat dan santun tanpa pamrih dan tanpa unsur pemaksaan.
  3. Memberikan pelayanan secara cepat, tepat, terbuka dan adil serta tidak diskriminatif.
  4. Tanggap terhadap keadaan lingkungan masyarakat.
    Berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam pelaksanaan tugas.

“Pernyataan tersebut jelas melanggar etika birokrasi. Dan berdasarkan pernyataan camat Batang-Batang tersebut, Bupati telah menggunakan tangan besinya dan bersikap otoriter terhadap masyarakat yang tidak mau divaksin. Ini jelas memerkosa nilai-nilai demokrasi,” tegasnya

Menyoal vaksinasi, Qudsiyanto mengatakan, seharusnya pemerintah memerhatikan tahapan-tahapan vaksinasi berdasarkan INPRES Nomor 14 tahun 2021, yang tertuang dalam pasal 13 (a) Ayat 1, 2, 3, 4, dan 5.

“Jelas dalam INPRES ini tidak boleh ada unsur pemaksaan, apalagi sampai mengintimidasi kekayaan hak milik (intruksi mencuri sapi). Saya tegaskan, itu termasuk tindakan kriminal berdasarkan KUHP Pasal 362 Tentang pencurian,” tegasnya

Selain itu, pihak PMII Sumenep menyampaikan beberapa tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, diantaranya :

  1. Menindak dan memberikan sangsi tegas oknum ASN yang bersikap represif.
  2. Mengevaluasi Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Batang-Batang.
  3. Meminta oknum ASN tersebut mempertanggungjawabkan perihal narasinya yang meresahkan warga, baik dengan klarifikasi jumpa pers, klarifikasi video lengkapnya di hadapan publik (jika memang benar video tersebut hanya editan, potongan atau hanya sebatas bergurau) dan lain sebagainya.
  4. Meminta Bupati Sumenep untuk menyampaikan keterangan perihal penyampaian oknum ASN tersebut, untuk memulihkan situasi yang semakin meresahkan masyarakat Sumenep.
  5. Jika tuntutan 1, 2, 3, dan 4 tidak diindahkan, maka PC. PMII Sumenep dan seluruh kader PMII se-Kabupaten Sumenep akan mendatangi Pemerintah Kabupaten Sumenep, guna meminta pertanggungjawaban atas tindakan ASN yang meresahkan seluruh masyarakat di Kabupaten Sumenep

Diberitakan sebelumnya, beredar video viral di media sosial Facebook, Camat Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengungkapkan kata-kata yang tidak patas diungkapkan di depan publik.

BACA JUGA :Pasca Viral di Medsos, Camat Batang-Batang Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf

Dalam video berdurasi 30 detik itu, terlihat camat Batang-Batang, Kabupaten Sumenep yang bernama Joko Suwarno, memberikan sambutan dalam acara Rapat Koordinasi Kecamatan Batang-batang, dengan kata-kata sedikit mengancam pada warga yang tidak mau divaksin.

“Kepala desanya takut tidak dipilih lagi, kepala desa punya kartu As, kartu sakti. Curi sapinya kata Bupati, bagi yang tidak mau divaksin,” katanya dalam vidio tersebut.

Parahnya lagi, dalam video itu, orang yang diduga camat Batang-Batang tersebut dengan jelas menyebut nama Bupati Sumenep, seolah-olah intruksi tersebut berasal dari Bupati Sumenep yakni Achmad Fauzi.

Pernyataan itu di sampaikan oleh Joko saat mengadakan Rapat Kordinasi (Rakor) di Pendopo Kecamatan setempat pada hari Jum’at 13 Juli 2021 yang di hadiri oleh Forpimka Batang batang, para Kepala desa dan tokoh agama serta tokoh masyarakat.

Pasca viralnya video tersebut akhirnya pihaknya mengklarifikasi video tersebut. Ia mengatakan, video tersebut diambil saat pihaknya melaksanakan rapat terkait percepatan vaksinasi pada Jumat, (13/8/2021).

“Yang viral itu editan semua. Kalau dari awal, paling tidak, kan saya mengucapkan salam dan seterusnya. Tau-tau dipotong di tengah, kemudian ada lagi di belakang,” ujarnya, Minggu (15/8/2021).

Joko menegaskan, tidak mungkin dirinya meminta Kades mencuri sapi warga yang tidak mau divaksin. “Jadi saya tidak ada sama sekali terbesit menyuruh Kades mencuri,” ujarnya.

Menurutnya, video yang tersebar itu hanya merekam sebagian dari rangkaian rapat koordinasi yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Batang-Batang.

“Sebenarnya itu hanya guyon. Semua itu saya sampaikan mengingat vaksinasi di Kecamatan Batang-Batang masih rendah,” terang Camat Joko dalam rekaman video klarifikasinya yang diterima redaksi sigap88.com, Minggu,(15/8/2021) malam(Tim)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Opini

Sosial & Budaya

spot_img
3,320FansSuka
683PengikutMengikuti
17,654PengikutMengikuti
406PengikutMengikuti
76,543PelangganBerlangganan

Nasional

Pojok Hikmah Kang Doel

Sedekah Jumat Berkah

Pembaca yang dirahmati Allah SWT, sedekah adalah pemberian sukarela yang dilakukan seseorang kepada orang lain, bisa berupa apa saja, sedikit atau banyak, utamanya untuk fakir miskin. Sedekah adalah salah satu amalan yang dicintai oleh Allah SWT. Karena itu, pahala sedekah sangatlah banyak diantaranya dapat menjauhkan dari neraka, apalagi sedekah di hari Jum’at, Allah SWT akan mengahdiahkan pahala yang berlipat-lipat ganda. Sehingga di kalangan masyarakat sering menyebutnya dengan “sedekah Jumat berkah”

Sebagaimana Imam Syafi’i pernah berkata tentang keajaiban sedekah, “Perbanyaklah bersedekah sebagai amalan hari Jumat. Sedekah bisa berupa uang, makanan, atau lainnya. Jangan takut uang menjadi habis jika bersedekah. Karena Allah akan melipatgandakan pahala sedekah. Bahkan Allah akan menambah rezeki jika kita bersedekah. Nabi bersabda, ‘Dan di hari Jumat pahala bersedekah dilipatgandakan”. (Imam al-Syafi’i, al-Umm, juz 1, hal. 239)

فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ “Di hari Jum’at terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas ia memanjatkan suatu do’a pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta.”

Pahala Kebaikan Dilipatgandakan

Orang yang bersedekah di hari Jumat pahalanya akan digandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat dari sebutir kebajikan yang dilakukan. Sebagaimana firman Allah SWT., مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha luas, Maha Mengetahui.” (QS. al-Baqarah [2]: 216) Begitu mudah untuk melakukan perbuatan baik khususnya di hari Jumat, jangan tunda lagi mari bersama melatih bersedekah karena itu tidak akan menjadikan miskin atau habis harta kita, dengan sedekah semoga dapat mengugurkan dosa-dosa kita, diberikan kesehatan dan keberkahan baik kebahagiaan, kemuliaan bagi keluarga. Semoga Allah ta’ala selalu memberikan perlindungan kepada kita dan usia yang bermanfaat Aamiin ya robbal’alamiin.

Exclusive content

Indonesia Timur

Pendidikan & Kesehatan

Jateng Raya

Hukum & Kriminal