PMII Pamekasan Gelar Aksi, Tolak PPKM Darurat Diperpanjang

69

Pamekasan | Sigap88 — Rencana Pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan melakukan perpanjangan PPKM banyak menuai pro dan kontra

Seperti halnya yang dilakukan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang menolak agar PPKM Darurat di Kabupaten Pamekasan tidak di perpanjang. “Kami menolak keras apabila Pemberlakukan PPKM Darurat yang digadang gadang akan di perpanjang oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan”. Kata Kordinator Lapangan (Korlap) Moh. Lutfi

Dalam aksi tersebut Pemerintah Kabupaten Pamekasan di tuntut agar melonggarkan penjagaan sesuai SY yang baru yang dikeluarkan oleh Presiden Rapublik Indonesia (RI), kemudian menolak jika ada perpanjangan PPKM darurat kembali

“Sesuai SY yang dikeluarkan Presiden RI, maka penjagaan harus di longgarkan dan apabila PPKM akan di perpanjang, diharapkan Pemkab Pamekasan tidak melakukan Perpanjangan”. Tegasnya. Jum’at (23/7/2021)

Selain itu, Pemkab Pamekasan juga mendapat tuntutan agar menekan setiap rumah sakit Swasta bisa menerima pasien Covid-19. “Namun jika nanti Pemkab tidak bisa merealisasikan ini maka, rumah sakit Swasta wajib dicabut Izinnya”. Terangnya

Tidak sampai di situ, kata Moh. Lutfi, kami juga menuntut untuk memberikan kebijakan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) karena diketahui dari dulu PKL tidak diberlakukan khusus oleh Pemkab Pamekasan

“Terakhir kami berharap, sesuai dengan UU no. 3 tahun 2018 tentang karantina kesehatan, kalau kemudian ada yang terjangkit Covid-19 maka harus disesuaikan dengan UU yang ada”. Harapnya. (By)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE