Pertanyakan Anggaran Rofocusing, NgO Komparasi Lurug Gedung Dewan

176

Pasuruan, Sigap88 – Non-Governmental Organization (NgO) yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pasuruan Untuk Transparansi Covid- 19 (Komparasi) mendatangi gedung DPRD Kabupten Pasuruan, Senin (2/8/21)

Kedatangan dedengkot Lsm di Pasuruan itu terkait dengan anggaran refocusing tentang percepatan penanganan Covid- 19 di kabupaten Pasuruan yang dinilai tidak maksimal dalam menangani pandemi.

Hal itu dikatakan Koordinator Komporasi Lujeng Sudarto, ia meminta agar Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan bisa melakukan pemanggilan kepada Gugus Tugas terkait dengan penggunaan anggaran refocusing sebagai bentuk tranparansi publik.

“Anggaran refocusing yang diserap untuk penanganan covid-19 yang sudah berjalan, ini harus transparan dan akuntabel. harus jelas anggaran itu diperuntukan apa saja,” Kata Lujeng dalam audiensinya di gedung auditorium DPRD Kabupaten Pasuruan.

Menurut Lujeng, dengan penyerapan anggaran refocusing yang seharusnya bisa mencegah penyebaran covid-19 di wilayah kabupaten Pasuruan, ini sangat ironi sekali mengingat kabupaten Pasuruan masih tergolong masuk dalam kategori zona merah.

“Kegiatan dalam penyerapan anggaran yang dialokasikan lewat refocusing, yang seharusnya bisa dihandle tanpa melalui pihak ke tiga, yang sementara kabupaten Pasuruan masih tergolong zona merah. ini sebuah ironi,” Terang Direktur Pusaka ini.

Senada juga diungkapkan Sugito Pegiat Lsm yang juga mantan Tim Relawan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, bahwa percepatan penanganan pandemi dalam satu tahun terakhir sangat mengecewakan.

NgO yang tergabung dalam Komparasi saat audiensi bersama DPRD Kabupaten Pasuruan

“Selama ini banyak kebijakan program yang dilakukan gugus tugas, tidak jelas. keseriusan penanganan secara detail, harus menjadi evaluasi karena banyak kebijakan yang tidak menyentuh subtansi permasalahan,” Ungkap Sugito.

Menurut Sugito, Ketika anggaran untuk percepatan penanganan covid-19 digunakan dengan benar dan langsung menyentuh permasalahan serta tidak hanya mengandalkan penyekatan dan sebagainya, tidak akan sulit dalam penanganan pandem.

“Ketika anggaran bisa digunakan dengan benar dan langsung menyentuh pada permasalahan dilapanga, tidak akan sulit dalam penanganan pandemi,” Tuturnya.

Selain itu, tempat isolasi mandiri pasien covid-19 yang memakai tempat fasilitas umum di kabupaten Pasuruan yang disediakan pemerintah, juga menjadi pembahasan dalam audiensi, lantaran dinilai rentan penularan terhadap masyarakat terdekat.

Berkaitan dengan hal ini, Rusdi Tejo Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, yang hadir bersama Ruslan Ketua Komisi 4, sangat mendukung kegiatan yang dilakukan para pegiat Lsm yang tergabung dalam Komparasi.

Ruslan menilai, Tim Gugus Tugas tidak bisa memberikan hasil apapun dalam penanganan covid-19, mengingat saat ini kabupaten Pasuruan masih zona merah.

“Saya kira tidak bisa memberikan hasil apapun, karena hingga saat ini kabupaten Pasuruan masih zona merah,” Katanya.

Terkait dengan penggunaan anggaran refocusing hingga detik ini, Ruslan, sepakat untuk mempertanyakan bahwa, “Sudah berapa persen yang digunakan, manfaatnya bagaimana. jadi pertemuan hari ini kami sangat setuju dan bangga dengan kegiatan yang sangat membantu daerah,” Ujarnya.

Sementara, ketidak hadiran Tim Gugus Tugas maupun Ketua Pansus, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Rusdi Tejo, bakal memanggil yang bersangkutan untuk dilakukan audiensi ke- 2.

Rusdi juga berharap dalam audiensi ke- 2 nanti agar semua yang bersangkutan bisa hadir dalam audiensi, terlebih kepada Ketua Pansus.

“Kami berharap semua bisa hadir dalam audiensi yang ke dua nanti. kalau ketua pansus masih beralasan dan tidak bisa hadir, saya meminta mundur saja dari ketua pansus,” Tegasnya. (Gun)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE