Pemkot Surabaya Nyatakan Stok Pangan Jelang Ramadhan 2024 Aman

172

Surabaya | SIGAP88 Pemkot Surabaya menyatakan bahwa ketersediaan bahan pangan menjelang bulan suci Ramadan 2024, dipastikan aman.

Bahkan, ketersediaan bahan pangan di Kota Surabaya mencukupi hingga Hari Raya Idul Fitri 2024.

Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Perekonomian Pemkot Surabaya, Agung Supriyo Wibowo menjelaskan, bahwa indeks kecukupan pangan di Surabaya berada di angka 2,06. Artinya, nilai ketersediaan bahan pangan berada di atas ambang batas aman.

Advertisement

“Stok pangan di Surabaya alhamdulillah untuk bulan Februari ini tercukupi, karena indeks kecukupan pangan kita 2,06. Jadi kalau (angkanya) 1, itu imbang antara kebutuhan dengan ketersediaan. Dan kita sudah berada di angka 2,06,” kata Agung Supriyo, Kamis (29/2)

Kendati demikian, Agung tak menampik memang ada sedikit kenaikan harga bahan pokok untuk beras premium.

Dimana Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium berada di angka Rp13,900/Kg.

“Memang untuk saat ini (beras premium) hampir ada (yang menjual) Rp18.000 – Rp17,500 per kilogram,” kata Agung

Baca Juga  KAI Daop 8 Tingkatkan Perawatan Jalur Kereta Api

Karena itu, Agung menyatakan bahwa Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat untuk bisa mengkonsumsi beras medium.

Menurut dia, kualitas beras medium sebenarnya rasanya tidak jauh beda dengan premium.

“Karena itu pemkot Surabaya mengimbau masyarakat supaya bisa memakai beras medium, sebenarnya rasanya sama. Cuma memang mungkin image-nya masyarakat, harus makan beras merk tertentu,” ujar dia.

Agung menyatakan, bahwa Pemkot Surabaya telah bekerjasama dengan Bulog untuk menggelontorkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).

Dimana harga yang dipatok untuk beras SPHP per kilogram adalah Rp10,900.

Beras SPHP bisa dibeli masyarakat dan salah satunya di Kios TPID

“Jadi di Kios TPID menjual beras dengan harga murah dan kualitasnya juga bagus. Dan memang di sana dibatasi harga maksimal per kilogram Rp10,900 untuk masyarakat umum. Dan Kios TPID juga melayani pedagang untuk dijual lagi,” ungkap Agung

Baca Juga  Angkutan Lebaran 2024, KAI Daop 8 Surabaya Catat 254.217 Tiket Kereta Ludes Terjual

Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Devie Afrianto menyebutkan bahwa saat ini ada sembilan Kios TPID yang sudah berjalan.

Dalam setiap pekan, perputaran beras di Kios TPID mencapai sekitar 100 ton.

“Setiap minggunya sekitar 100 an ton beras berputar dan terus akan ditambah. Minggu ini kita juga targetkan menambah sekitar 18 Kios TPID dan itu akan ditambah lagi,” ujar Devie.

Menurutnya, keberadaan Kios TPID diharapkan semakin memudahkan masyarakat untuk membeli bahan pangan dengan harga HET. Lebih dari itu, masyarakat juga diberikan alternatif pilihan beras di Kios TPID.

“Jadi, masyarakat mendapat alternatif pilihan untuk membeli kebutuhan bahan pokok, terutama beras. Di sana kita menyediakan alternatif produk beras yang kualitasnya sama atau mendekati premium dengan harga yang sangat kompetitif,” pungkasnya

Baca Juga  KSOP Gresik Gelar Apel Kesiagaan Pembukaan Posko Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2024

Terpisah, Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Dwi Suryaning Endah Yanie mengungkap kenaikan harga bahan pokok biasanya terjadi saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Pasalnya, kebutuhan bahan pangan saat HBKN itu akan meningkat.

“Karena kebutuhan akan bahan pangan meningkat, sehingga demand-nya (permintaan) tinggi dan kemungkinan suplai menurun. Itu yang membuat harga-harga meningkat, sehingga membuat daya beli masyarakat berkurang,” kata Dwi

Namun, Dwi menilai, bahwa kenaikan harga bahan pokok untuk kondisi sekarang, sebenarnya terjadi sejak akhir tahun 2023.

Dimana kenaikan harga bahan pangan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor pemicu lain.

“Karena pemicunya dampak cuaca ekstrem El Nino yang berkepanjangan. Ada juga dipicu oleh krisis global, ada perang, itu juga jadi pemicu,” pungkasnya.

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE