Pemkab Pamekasan Gelorakan Pamekasan Tangguh

74

Pamekasan | Sigap88 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggagas dan mempraktekkan program Pamekasan Tangguh Covid-19. Dan hal itu sesuai dengan cita -cita besar pemerintah Indonesia dengan tema Kemerdekaan ke-76 Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh.

Indonesia Tangguh merupakan agregat dari Provinsi dan kabupaten kota yang tangguh.

“Kabupaten yang tangguh itu, agregat dari pusat pusat konsentrasi masyatakat yang tangguh,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Amin Jabir. Rabu (1/9/2021)

Tempat yang paling dominan kata Kepala BPBD Amin Jabir adalah Pesantren, Sekolah, Masjid, Pasar, tempat wisata, perkantoran termasuk komunitas yang ada di masyarakat harus tangguh.

Maka dari itu Pemerintah harus mengintervensi walaupun dalam bentuk stimulasi. “Dipastikan pemerintah harus mempunyai SOP yang jelas atau protokol yang jelas , mereka (pusat konsentrasi masyarakat red) memiliki infrastruktur protokol kesehatan yang jelas,” ungkapnya

“Kebutuhan dasar infrastuktur Prokes itu di stimulasi oleh pemerintah ke tempat – tempat konsentrasi masyatakat,” jelasnya.

Menurutnya, perspektifnya Pamekasan tangguh kedepannya tidak hanya persoalan kebencanaan kesehatan, akan tetapi lebih kepada kebencanaan secara keseluruhan, baik bencana alam, atau bencana non alam bahkan bencana krusial.

“Setidaknya pemenuhan Prokes dan infrastruktur nantinya bisa di kembangkan pemberian pelatihan, yang sebelumnya di bentuk satuan tugas ketangguhan,” paparnya .

Jadi di setiap konsentrasi masyatakat telah mampu memberikan edukasi kepada lingkungannya setelah di berikan pelatihan oleh para satuan tugas. “Para satuan tugas memberikan materi global bukan hanya mencakup kesehatan saja, yang melibatkan lintas instansi vertikal maupun horisontal,” terangnya.

“Kami beeharap Dinas Cipta Karya bisa memberikan materi manajemen dan tata kelola sanitasi pesantren sehingga kebutuhan sanitasi itu rasionya mencukupi,” ujarnya.

Sedangkan Dinas Kesehatan menurut Jabir, mampu memberikan penjabaran tentang prilaku hidup sehat pesantren.”mampu memberikan edukasi tentang bagaimana pengelolaan air bersih dan hidup sehat, bahkan pemerintah melalui Dinas kesehatan mampu menjamin kesehatan warga pesantren dengan memberikan vitamin,” ungkapnya.

Dinas Lingkungan hidup (DLH) harus mampu memberikan tata kelola persampahan dan penghijauan di lingkungan pesantren.

“Konsep ini bisa berlaku di tempat konsentrasi masyarakat yang lain bahkan, apabila segala apa yang menjadi rangkaian tersebut berjalan baik maka bisa di pergunakan secara berkesinambungan,” tuturnya.

Kemungkinan kita akan melakukan Worksop akan di laksanakan dalam waktu dekat ini. “Kita akan memberikan pendalaman tentang pelaksanaan yang kita rancang bersama yang akan melibatkan perwakilan semua pusat konsentrasi masyatakat, dikarenakan masih dalan situasi Pandemi Covid-19,” pungkasnya. (By)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE