Pekerjaan Proyek Drainase CV. Citra Usaha Mandiri, Tidak Maksimal

212

PASURUAN, SIGAP88 – Pekerjaan Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi dan Drainase dan Peningkatan Plengsengan Timur Sekar Asri, Baratnya Perumahan Graha Candi, diduga, tidak mengedepankan kwalitas pekerjaan.

Proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, kota Pasuruan itu digarap oleh CV. Citra Usaha Mandiri, dengan anggaran dari APBD kota Pasuruan 2019 senilai Rp. 331. 100. 000. 00,- dengan masa pekerjaan selama 90 hari.

Dari pantauan di lokasi pekerjaan, terlihat adanya pekerjaan yang tidak maksimal, salahsatunya, dengan banyaknya rongga – rongga pada adukan pondasi pemasangan batu, hal ini dinilai mengurangi kepadatan yang akan mengancam kekuatan pada kwalitas proyek irigasi yang seharusnya bisa dinikmati oleh warga dengan waktu yang lama.

Sementara itu, dadang, selaku pelaksana pada proyek yang berlokasi di tengah persawahan yang jauh dari pantauan masyarakat itu, saat dikonfirmasi Tim Sigap88, mengatakan bahwa adanya lubang – lubang pada pemasangan batu pondasi itu, pada waktu pemasangan, terkendala oleh air yang menggerus adukan pasang pondasi sehingga berongga.

“Pada pemasangan pondasi, kami terkendala oleh air disekitar. Selain terkendala oleh air sungai, juga terkendala air luapan dari persawahan yang menggerus adukan pasang pondasi sehingga terlihat berongga,” Terangnya.

Di lokasi yang sama, Yanto, selaku kepala tukang (Pekerja), mengatakan hal yang sama, bahwa pekerjaan peningkatan saluran irigasi itu terkendala oleh luapan air sawah.

Padahal, terlihat dilokasi pekerjaan, sudah tersedia mesin penyedot guna untuk mengantisipasi adanya air pada waktu menggali / pemasangan pondasi, sehingga tidak mengganggu proses pada saat pemasangan adukan pada pondasi.

Menyikapi hal tersebut, Kusuma Ketua Umum Lsm Surapati, yang juga peduli terhadap pembangunan kota Pasuruan, mengatakan, bahwa pekerjaan proyek yang digarap oleh CV. Citra Usaha Mandiri ini sudah ‘Melenceng’ dari spesifikasi.

“Proyek yang dikerjakan CV. Citra Usaha Mandiri ini sudah jelas ‘melenceng’ dari spesifikasi yang ada, itu sudah terlihat dengan banyaknya rongga (tidak padat) pada adukan pemasangan batu kali,” Terang Kusuma, Jum’at (4/10).

Menurut Kusuma, proyek yang masih mencapai 30 pesen itu, dalam pemasangan adukan batu kali, pelaksana harus mengisi rongga diantara batu kali dengan sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian dari pondasi yang berongga / tidak padat.

“Secepatnya, kita akan turun langsung ke lokasi pekerjaan untuk selanjutnya kita bahas masalah ini di dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, khususnya yang membidangi pekerjaan proyek tersebut,” Tegasnya. (Tim)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE