PC LKNU Sidoarjo Pertanyakan Keterlambatan Vaksin Dosis 2

Sejuta Dosis Sudah Digelontorkan, Baru 24% Warga Sidoarjo yang Sudah Vaksin Dosis 2

454

Sidoarjo | SIGAP88 – Sekretaris Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nadhlatul Ulama (PC LKNU) Sidoarjo, Badruzzaman mempertanyakan lambatnya vaksinasi dosis ke 2 di kabupaten Sidoarjo

Dari 1,62 juta populasi di wilayah kabupaten Sidoarjo, ini baru 401.118 orang yang mendapatkan dua kali vaksinasi Covid-19.  Sedangkan 274.357 warga kota delta lainnya baru sekali suntik.

“Jadi, sampai kemarin total baru 1.076.593 dosis vaksin yang sudah disuntikkan. Prosentasenya, untuk dosis pertama 41% dan dosis kedua 24%,” jelas Badruzaman

Menurutnya, capaian angka ini terbilang lambat, mengingat sebelumnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo pernah menggelontorkan 21.017 dosis vaksin anti Covid-19 sekaligus dalam satu hari.  

“Saya tidak tahu kenapa sekarang kok jadi sulit. Kendalanya ada dimana? SDM (Sumber Daya Manusia) anggaran atau stok vaksinnya yang terbatas,” katanya saat dihubungi melalui pesan WA-nya, Kamis (9/9) kemarin

Hal inilah yang menurutnya patut dipertanyakan, mengingat upaya percepatan pembentukan herd imunity masyarakat melalui gerakan vaksinasi ini mutlak harus dilakukan sesegera mungkin.

“Mumpung, kondisi penyebaran pandemi saat ini sudah menunjukkan tren menurun,” tambahnya.

Sementara, Kadinkes Sidoarjo, drg. Syaf Satriawarman saat dihubungi via telepon melalui pesan WhatsApp, belum memberikan jawaban hingga berita ini diunggah

Terpisah, Ketua Himpunan Putra-Putri dan Keluarga Angkatan Darat Sidoarjo, Husni Thamrin mengatakan Dinas Kesehatan mengaku kehabisan stok vaksin.

“Kemarin kami kesana dan ditemui langsung oleh Kadinkes. Dan katanya stok vaksin habis,” katanya.

Sedang disisi lain, ia melihat saat ini banyak kelompok-kelompok masyarakat yang bisa menggelar kegiatan vaksinasi massal, termasuk gerakan serupa yang dilakukan Pemkab Sidoarjo di GOR Gelora Delta. 

“Kami kecewa, tapi ya nggak apa-apa. Padahal kami berniat memberikan vaksin itu pada para pelajar yang saat ini sudah masuk sekolah agar semua siswa dan juga guru merasa aman dan nyaman saat melakukan PTM (Pengajaran Tatap Muka),” tambah Husni.

Rencana kegiatan bakti sosial tersebut akan dilakukan Hipakad Sidoarjo dengan menggandeng Kodim 0816 serta Yayasan Al Falah Surabaya. “Kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari Dinkes, semoga kegiatan ini bisa segera terlaksana,” pungkasnya.(Yuli)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE