SIGAP88.COM – Adanya pandemi Covid-19 membuat perubahan dalam segala bidang dan juga segala kegiatan.

Baik kegiatan belajar-mengajar yang semua dilakukan secara offline sekarang berubah menjadi online dalam proses pembelajarannya.

Banyak karyawan swasta atau karyawan-karyawan pabrik lainnya yang di berhentikan karena pengurangan tenaga kerja akibat penurunan tingkat penjualan yang terjadi di sebuah perusahaan.

Hal ini dilakukan sesuai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah bertujuan untuk mengurangi tingkat penularan virus Covid-19.

Akibatnya, meningkat tingkat pengangguran di Indonesia ini yang disebabkan oleh adanya dampak Pandemi Covid-19.

Saat ini semua situasi berubah, semua kegiatan hanya mengandalkan dan juga
menitikberatkan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi digital.

Proses atau kegiatan yang biasanya dilakukan secara fisik namun, sekarang berkurang drastis.

Tekanan untuk beralih ke media digital agar proses atau kegiatan dapat tetap berjalan sekaligus bertahan di situasi pandemi ini semakin meningkat.

Maka dari itu, masa pandemi seperti saat ini tidak jarang bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi digital dalam proses pemasarannya.

Transformasi Digital merupakan bagian dari proses teknologi yang lebih besar. Transformasi digital juga merupakan perubahan yang berhubungan dengan penerapan teknologi digital dalam semua aspek kehidupan pada masyarakat.

Transformasi digital dianggap sebagai tahap ketiga dalam upaya merangkul teknologi digital sebagaimana tampak pada alur: kompetensi digital ‚Üí penggunaan digital ‚Üí transformasi digital.

Transformasi digital melingkupi penggunaan dan kemampuan transformatif dalam menginformasikan kesadaran digital.

Tahap transformasi berarti bahwa penggunaan inheren digital memungkinkan jenis baru dari inovasi dan kreativitas dalam suatu domain tertentu, bukan hanya meningkatkan dan mendukung metode tradisional.

Dalam arti sempit, transformasi digital dapat merujuk kepada konsep paperless dan mempengaruhi usaha perorangan dan seluruh segmen masyarakat, seperti pemerintah, komunikasi massa, seni, obat-obatan, dan ilmu pengetahuan. (Menurut Wikipedia Indonesia)

Sehingga Transformasi Digital dapat disimpulkan sebuah proses atau kegiatan dalam menggunakan dan juga memanfaatkan kecanggihan digital yang memiliki tujuan untuk menciptakan hal baru atau suatu kreasi dan juga memodifikasi dalam berbagai kegiatan, seperti salah satunya kegiatan bisnis guna untuk memenuhi perubahan trend yang ada untuk memenuhi kebutuhan pasar dan juga menarik minat konsumen.

Selain itu juga transformasi digital merupakan sebuah peralihan yang awalnya zaman dimana orang-orang yang menggunakan kecanggihan teknologi digital hanya sebagai kegiatan-kegiatan tertentu yang sekarang menjadi mengubah segala kegiatan yang mengandalkan dengan kecanggihan teknologi digital.

Seperti misalnya kegiatan jual-beli yang dulu dilakukan secara tatap muka antara pembeli dan juga penjual kini kegiatan jual-beli tersebut dengan mudah bisa dilakukan tanpa harus tatap muka.

Dan sekarang berubah dengan menggunakan teknologi digital, masa sekarang ini merupakan sebuah masa yang serba digital.

Faktor Pendorong Transformasi Digital

Banyak faktor pendorong adanya Transformasi Digital, antara lain yaitu :

Perubahan regulasi
perubahan regulasi atau aturan, adanya perubahan pada lansekap persaingan, adanya pergeseran/perubahan ke bentuk digital dari industri, adanya perubahan perilaku dan harapan konsumen, adanya pemahaman akan manfaat teknologi digital, dan kesiapan sumber daya.

Perubahan lanskap persaingan

Perubahan lanskap persaingan yaitu pergeseran atau perubahan ke bentuk digital dari industri. Perubahan perilaku dan harapan konsumen.

Pergeseran/perubahan ke bentuk digital dari industri

Perubahan dari segala kegiatan yang awalnya awalnya dilakukan secara manual, namun dengan kemajuan zaman kini semua dilakukan dengan mengandalkan kecanggihan melalui teknik digital.

Perubahan perilaku dan harapan konsumen
Perubahan perilaku dan harapan konsumen yang paling utama yaitu memberikan pelayan yang semaksimal mungkin agar para konsumen merasakan mendapatkan penghargaan dari seorang penjual.

Kemampuan digital
Kemampuan digital yang mumpuni digunakan sebagai langkah utama segala kegiatan manusia di era sekarang.

Teknologi digital
Teknologi digital yang telah berkembang pesat mempermudahkan segala kegiatan dan juga bisa melakukannya dengan cara berdiam diri di sebuah ruangan tanpa harus bertatap muka secara langsung.

Kondisi saat ini bila dinilai dari faktor pendorong terjadinya transformasi digital, dapat dikategorikan dalam kategori faktor pertama, perubahan regulasi.

Munculnya pandemi covid-19 menyebabkan pemerintah mengeluarkan regulasi baru bahwa selama masa pandemi semua dikerjakan melalui media digital atau dalam jaringan sehingga mau tidak mau semua harus mengikuti regulasi tersebut.

Selain itu, bila melihat apa yang terjadi sebelum masa pandemi dalam bidang ekonomi di Indonesia, di dominasi oleh perusahaan atau organisasi penyedia platform.

Munculnya Gojek, Grab, dan usaha sejenis membuat perusahaan atau individu yang dahulu sudah sukses (taxi, ojek pangkalan, persewaan kendaraan, dll.) menjadi kebingungan karena kemudahan yang perusahaan berikan ke konsumen.

Akhirnya konsumen dengan mudah memilih apa yang akan digunakan untuk mengantarkan para konsumen ke tempat tujuan yang ingin dicapai.

Bahkan konsumen dapat memberikan umpan balik pengalamannya dalam memanfaatkan servis yang diberikan sehingga pengelola usaha menjadi lebih sadar apa yang menjadi kekurangannya.

Selain itu juga banyak perusahaan yang memberikan penghargaan atau sejenis dengan reward terhadap para konsumen yang setia menggunakan jasa tersebut.

Hal tersebut tentunya akan sangat menarik minat para konsumen dan dapat meningkatkan pelayanan dan juga penggunaan melalui transformasi digital, dan juga akan mengalahkan pasaran offline seperti ojek biasa-biasa yang tidak menggunakan aplikasi.

Dengan hadirnya platform digital ini akan lebih mempermudah bagi para konsumen, semua kegiatan pemasaran bisa dilakukan di beberapa e-commerce seperti misalnya, Shoppe, Lazada, Toko Pedia, Buka Lapak dan masih banyak lainnya yang tentunya bisa dijangkau oleh semua konsumen di seluruh Dunia, bukan hanya konsumen di seluruh negeri.

Hal ini tentunya menjadi hambatan atau tantangan tersendiri bagi pemilik usaha yang tidak bisa mendistribusikan usahanya di platfrom misalnya di e-commece.

Saat ini masyarakat tidak terlalu dipusingkan dengan berbagai macam aturan. Cukup memanfaatkan teknologi digital dan akses ke platform toko online atau digital, mereka sudah memiliki toko yang siap menjalankan usaha.

Hal ini dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman yang ada. Jika nantinya pelaku usaha tidak menjalankan usahanya melalui digital maka akan kekurangan konsumen dan juga sepi konsumen.

Kemudahan yang diperoleh konsumen dan pengalaman yang menyenangkan dari layanan yang diberikan merupakan menyebabkan utama perubahan lanskap persaingan, dan perubahan atau pergeseran usaha yang dahulu dilakukan secara tradisional menjadi ke bentuk digital.

Dengan kata lain, transformasi digital akan tetap terjadi tanpa adanya pandemi karena ekosistem atau lingkungan usaha dan pemerintahan mulai memanfaatkan teknologi terbaru yang memudahkan banyak orang.

Hadirnya pandemi hanya mempercepat proses transformasi digital yang, mungkin, sedang direncanakan atau berlangsung.

Teknologi digital merupakan salah satu pemicu munculnya peluang yang dapat dimanfaatkan oleh organisasi atau pemilik dari sebuah perusahaan.

Peluang tersebut bisa menjadi sesuatu yang akan mengubah salah satu atau beberapa aspek (model bisnis, model operasional, pengalaman konsumen, dll.) dari organisasi menjadi sebuah keuntungan seperti penciptaan nilai baru (value creation).

Dampak Transformasi Digital
Teleworking
Teleworking merupakan Istilah bekerja yang dilakukan secara jarak jauh (teleworking atau remote working) istilah ini menjadi populer akibat masa pandemi seperti saat ini.

Bekerja jarak jauh dalam artian sempit bisa dikatakan sebagai bekerja yang dilakukan di luar kantor atau di luar tempat kerja.

Pegawai bisa menyelesaikan pekerjaan nya di luar kantor dengan cara mengerjakan dari rumah atau caffe dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi digital tersebut.

Dengan begitu para pegawai tetap bisa melakukan komunikasi dengan saluran telekomunikasi berbasis komputer.

Biarpun bekerja jarak jauh namun juga ada dampak positif dan juga negatifnya tinggal bagaimana kita menyikapinya dalam sebuah pekerjaan tersebut.

Substitusi pegawai
substitusi merupakan suatu hal atau barang pengganti yang dapat ditukar atau menggantikan barang lainnya tanpa kehilangan nilai atau penggunaan.

Dengan kata lain, barang substitusi adalah barang yang sebanding yang dapat ditukar dengan barang lain dengan sedikit atau tanpa perbedaan.

Pegawai dari organisasi dapat disubstitusi atau digantikan karena penerapan transformasi digital.

Contoh sederhana adalah buruh pabrik, bila pabrik dimana buruh tersebut bekerja mulai menerapkan otomasi terhadap kegiatan produksi dari awal sampai akhir, maka buruh tersebut rawan untuk dikeluarkan atau PHK (Putus Hubungan Kerja).

Kelihatan proses hilangnya pekerjaan yang ada seperti teller yang dapat digantikan dengan mesin ATM. Dan beberapa bidang yang lain yang mulai nampak posisi-posisi pekerjaan yang tradisional mulai hilang.

Selain bidang pekerjaan yang hilang, ada juga pekerjaan-pekerjaan baru yang akan muncul [8] yaitu (1) arsitek augmented reality; (2) analis kota maya; (3) pertanian perkotaan; dan masih banyak lainnya.

Link Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Transformasi_digital
https://unisbank.ac.id/ojs/index.php/sendi_u/article/view/7964/2927

TRANSFORMASI DIGITAL

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE