SIGAP88.COM – Pada masa pandemic, banyak sekali perusahaan yang mem-PHK sebagian dari karyawannya. Akibatnya tingkat pengangguran semakin meningkat. Pengangguran merupakan masalah yang besar bagi sebuah Negara.Semakin tinggi tingkat pengangguran, maka suatu Negara dikatakan kurang berhasil dalam memberikan perhatian pada penduduknya.

Mulyadi (2015) berpendapat bahwa pengangguran berkaitan dengan kemiskinan. Kemiskinan merupakan dampak dari taraf pendidikan yang rendah, taraf kesehatan dan gizi yang rendah, terbatasnya lapangan kerja dan keterisolasian.

Sedangkan Sendari (2019) mengatakan bahwa pengangguran terjadi disebabkan sulitnya memperoleh lapangan pekerjaan, kurangnya persyaratan pelamar kerja,pergantian teknologi tanpa adanya pelatihan atau kemampuan yang tidak tepat bagi pekerja sehingga menimbulkan pemutusan hubungan kerja, kemudian kemunduran ekonomi yang menyebabkan perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja dan siklus ekonomi yang berfluktuasi karena pergantian musim serta tidak adanya lapangan kerja yang sesuai dengan bidang keahlian.

Berdasarkan data BP Satau Badan Pusat Statistik 2020 lalu, TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) mencapai 7,07 persen dari 138,22 juta angkatan kerja. Artinya terdapat 9,77 juta penduduk pengangguran terbuka.

Menurut Kepala BPS, Suhariyanto, tingkat pengangguran di Indonesia sudah mencapai 2, 56 juta penduduk dari 29,12juta penduduk usia kerja. Pandemi Covid-19 turut memberikan imbasnya dalam jumlah pengangguran tersebut.

Menurut Suhariyanto, ada 760 ribu penduduk yang termasuk dalam bukan angkatan kerja, serta 1,77 penduduk yang tidak bekerja. Tidak hanya itu, ia menambahkan, bahwa terdapat 24,03 juta penduduk yang bekerja mengalami pengurangan jam kerja.

Bidang pertanian, perdagangan dan industry pengolahan termasuk bidang yang erat kaitannya dengan dunia kewirausahaan.

Kewirausahaan merupakan salah satu factor penentu untuk menjadikan suatu Negara menjadi maju. Untuk meningkatkan jumlah wirausaha maka perlu ada langkah-langkah serius dari pemerintah seperti memasukan materi kewirausahaan dalam dunia pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi sehingga muncul jiwa kewirausahaan sejakdini, memberikan penghargaan kepada wirausaha yang berhasil dan melakukan pemerataan pembangunan.

Gideon (2017) menyampaikan pendapat dari Alexander Lukman bahwa terdapat tiga pilar yang menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan jumlah usaha, yakni ketersediaan marketplace, dukungan pembiayaan, dan pengelolaan logistik.

Kemudian selain tiga pilar tersebut Sanawiridan Mohammad (2018, 25) berpendapat bahwa usaha yang sukses harus bisa berkreasi dan berinovasi dengan membawa cita-cita, motivasi, komitmen, semangat, keuletan semangat kerjasama dan visi dalam menjalankan usaha.

Hubungan Kewirausahaan dan Pemasaran Digital

Kewirausahaan sangat erat hubungannya dengan pemasaran, karena pemasaran merupakan bagian dari kewirausahaan.Kewirausahaan berkaitan dengan pemanfaatan peluang yang di ikuti keberanian untuk mengambil risiko dan membutuhkan tindakan yang penuh perhitungan dalam melakukan eksekusi terhadap peluang tersebut, dan pengelolaan sumber daya secara kreatif dan inovatif untuk memperoleh keuntungan.

Sedangkan pemasaran digital merupakan ilmu dan seni mengeksplorasi, menciptakan dan memberikan nilai untuk memenuhi kebutuhan target pasar dengan keuntungan menggunakan Internet.

Jika dilihat dari target maka kewirausahaan dan pemasaran digital memiliki kesamaan yaitu memperoleh keuntungan. Kemudian dari segi proses, kewirausahaan dan pemasaran digital memiliki hubungan dan kesamaan, yang membedakannya adalah kewirausahaan lebih focus pada sikap wirausaha terhadap kegiatan usaha dan pemasaran digital lebih focus pada kegiatan usahanya secara digital

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE