OP Tanjung Perak Gelar Rakor dan Sosialisasi

Angkutan Transportasi Penumpang melalui jalur laut di Pelabuhan Tanjung Perak.

373

Surabaya | SIGAP88 – Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang belum berakhir hingga saat ini, maka pengetatan penumpang kapal dan pengendalian transportasi laut mulai diberlakukan hari ini, Rabu(28/04) di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

Sehingga, sesuai aturan Pemerintah Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya mengadakan rapat Kordinasi(Rakor) dan sosialisasi angkutan transportasi penumpang melalui jalur laut di Pelabuhan Tanjung Perak.

“Mengingat, bahaya Covid-19 masih ada di antara kita,” kata Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Tanjung Perak, Arif Toha kepada wartawan

Arif Toha menyampaikan, agar penumpang kapal laut senantiasa mematuhi larangan mudik dengan tidak melakukan upaya pelanggaran, apalagi sampai menyusup naik ke angkutan truk. Apabila, hal tersebut tetap dilakukan, pihaknya tak segan memberikan sanksi kepada penumpang dan operator pelayaran, jika terjadi ‘kebocoran’.

“Pertama yang kami mintai tanggung jawab adalah operator kapalnya. Sedangkan, penumpangnya sesuai SE Gugus Tugas Nomor 13 harus di karantina selama 5 hari di Asrama Haji dengan biaya sendiri,”tegasnya

iklan lebaran
iklan lebaran
iklan lebaran
iklan lebaran
iklan lebaran polsek saronggi
iklan lebaran polsek sapudi
iklan lebaran polsek prenduan
iklan lebaran polsek rubaru
iklan lebaran polsek kangean
iklan lebaran polsek kangayan
iklan lebaran polsek bluto
iklan lebaran pltcamat kangayan
iklan lebaran forkopimka sapeken
iklan lebaran
iklanlebaransman1
iklan lebaran kkks nonggunong
iklan lebaran pemuda nunggunung

Dijelaskan Arif Toha, pemerintah secara resmi telah melarang mudik Lebaran 2021 selama 6-17 Mei 2021. Dan di pertegas dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor13 Tahun 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19 tentang Peniadakan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Dalam hal ini, OP memiliki kewajiban untuk mensosialisasi, sekaligus perintah dimulainya Posko Pengendalian Transportasi Laut hingga berakhir, 29 Mei 2021 atau H-15 s/d H+15.

“Apabila, tidak ada kepentingan mendesak dan dikecualikan agar tidak melakukan perjalanan. Ditahan dulu, atau lebih baik stay di rumah saja demi kesehatan semua,” ungkapnya

Untuk pengecualian masyarakat mudik yaitu, ibu hamil atau mau melahirkan maupun yang sakit tetap dilampiri surat keterangan desa dan didampingi satu orang saja.

Bagi masyarakat imigran yang mudik tentu akan dikarantina karena pemkot surabaya sudah menyediakan tempat dengan batas lima hari kemudian di test antigen jika non reaktif dikirim daerahnya dan kalau positif akan dikembalikan ke asal dengan catatan segala biaya menjadi tanggungjawab sendiri, tegas Arif Toha

Hadir dalam kegiatan rapat kordinasi dan sosialisasi angkutan transportasi penumpang melalui jalur laut di Pelabuhan Tanjung Perak diantaranya, satuan gugus tugas covid 19, Surabaya, satuan tugas TNI AL, dan Polairud Polda Jatim, PT Pelindo III serta para stake holder (Don/Han)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE